Xbox lanjutkan PHK sebagai bagian penataan ulang organisasi

Xbox lanjutkan PHK sebagai bagian penataan ulang organisasi

Jakarta (ANTARA) - Divisi permainan video dan hiburan digital milik Microsoft Xbox melanjutkan langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya dan menggabungkan studio sebagai bagian dari penataan ulang organisasinya yang diumumkan pada awal musim panas ini.

Executive Vice President (EVP) and Chief Content Officer Xbox Matt Booty mengatakan PHK berdampak kepada Halo Studios dan pengembang pihak pertama lainnya, serta manajemen Xbox Game Studios dan tim fungsi pusat.

Mengutip Engadget, Selasa (22/9), Xbox sebelumnya telah melakukan PHK pertama dengan memberhentikan 1.600 orang dan mengatakan akan memangkas jumlah pekerjaan yang sama selama tahun berikutnya karena mengejar efisiensi yang lebih besar dan margin keuntungan yang lebih tinggi.

"Tindakan yang telah diselesaikan sejak Juli, termasuk pelepasan studio, membawa kita kira-kira tiga perempat dari restrukturisasi yang telah diumumkan sebelumnya," tulis Booty.

Baca juga: Microsoft PHK 4.800 karyawan global, divisi Xbox paling terdampak

Halo Studio menjadi yang paling terdampak dari pemangkasan terbaru, meskipun Xbox tidak menutup studio pengembang gim itu sepenuhnya. Booty mengatakan bahwa sekelompok kecil orang akan "terus mendukung komunitas Halo dan gim-gim yang ada di pasaran".

Sebagai tindak lanjutnya, sebuah tim baru yang sedang dibentuk di bawah naungan studio Activision akan membuat gim Halo selanjutnya. Activision juga sekarang mengawasi studio Rare dan World's Edge, pengembang gim "Age of Empires".

Sementara studio Obdisidian yang baru-baru ini ditugaskan Xbox untuk membuat gim "Fallout" baru, akan berada di bawah naungan studio Bethesda. Lalu untuk studio King akan mengawasi Microsoft Casual Games. Adapun Playground dan Turn 10, studio-studio tersebut akan bergabung dan terus fokus pada gim Forza dan Fable.

Booty mencatat bahwa Xbox juga bakal memisahkan Compulsion Games dan Double Fine Productions sebagai studio independen. Keduanya memiliki pendanaan yang cukup dan hak atas kekayaan intelektual serta katalog karya mereka sebelumnya.

Demikian pula, Undead Labs kini kembali menjadi studio independen. Gim buatan mereka "State of Decay 3" masih diharapkan akan dirilis tahun depan di Xbox dan PC (termasuk di Game Pass) serta PlayStation. Undead Labs mengatakan akan ada beta tertutup pada akhir tahun ini.

"Kemandirian mendekatkan kami dengan komunitas kami dan memungkinkan kami untuk fokus pada hal yang paling penting: membuat gim terbaik yang kami bisa dan mendapatkan dukungan berkelanjutan dari orang-orang yang memilih untuk menghabiskan waktu mereka bersama kami," kata kepala studio Undead Labs Philip Holt.

Selain Undead Labs, Xbox juga berencana untuk melepas Arkane Studios yang berbasis di Lyon.

Berdasarkan hukum Prancis, Xbox harus memasuki masa konsultasi untuk mempertimbangkan opsi bagi studio tersebut, seperti menjualnya, memisahkannya, atau menutupnya. Booty mengatakan konsultasi tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga akhir 2026.

Baca juga: Microsoft rombak jajaran pimpinan divisi gimnya

Baca juga: Sony sebut pembeli tak punya kepemilikan atas gim digital PlayStation

Baca juga: Nintendo hadapi denda Rp729 miliar di Prancis akibat "Joy-Con Drift"

Baca juga: Discord terapkan verifikasi usia baru, pengguna terbagi tiga kategori

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.