Bulog Cianjur mencatat bantuan pangan sudah disalurkan 100 persen - ANTARA News Jawa Barat

Bulog Cianjur mencatat bantuan pangan sudah disalurkan 100 persen - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Cianjur, Jawa Barat, mencatat bantuan pangan periode Juli-September sebanyak 11 ribu ton lebih atau 100 persen telah disalurkan untuk 389.029 penerima manfaat di Cianjur.

Kepala Perum Bulog Kancab Cianjur Muhammad Azwar Fuad di Cianjur, Rabu, mengatakan total bantuan pangan pemerintah yang disalurkan sebanyak 11.670.840 kilogram beras, dimana masing-masing penerima mendapat jatah 30 kilogram.

Dimana pada bantuan pangan kali ini, tidak terdapat kebutuhan pangan lainnya, sehingga penerima hanya mendapat jatah beras yang per bulan sebanyak 10 kilogram kali ini diserahkan langsung untuk tiga bulan.

"Bantuan pangan yang diberikan periode Juli-September 2026 berupa beras sebanyak 11.670.840 kilogram untuk penerima bantuan di 32 kecamatan yang ada di Cianjur, dimana pendistribusian sudah 100 persen," katanya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut langsung diambil penerima manfaat di setiap desa dan melibatkan beberapa pihak mulai dari pemerintah kecamatan, aparat TNI/Polri sehingga pendistribusian berjalan aman dan lancar.

Selama ini, pihaknya memperketat pengawasan penyaluran bantuan pangan untuk masyarakat, termasuk berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk mengantisipasi dugaan penyelewengan.

Sehingga target pendistribusian dapat tuntas sebelum akhir September, dimana seluruh bantuan pangan untuk masyarakat penerima manfaat sudah diterima dan diambil langsung, dimana pembagian dilakukan di setiap kantor desa diawasi aparat.

"Sebelum akhir bulan seluruh bantuan pangan untuk ratusan ribu penerima sudah tersalurkan 100 persen, kami berharap bantuan tersebut dapat dipergunakan untuk kebutuhan makan rumah tangga sehari-hari dan tidak diperjualbelikan," katanya.

Saat ini tambah dia, pihaknya terus melakukan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga selama musim kemarau panjang mulai dari penguatan stok beras hingga optimalisasi pendistribusian beras bantuan pemerintah.

"Berbagai langkah menghadapi terganggunya produksi padi saat musim kemarau dilakukan penyerapan gabah secara maksimal di wilayah Cianjur dan Sukabumi," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.