Wapres Gibran dorong Bulgaria jadi pintu produk RI ke Eropa
Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev untuk membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara di Jakarta, Senin (14/9).
“Selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria pada 20 September ini,” ujar Gibran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Gibran menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto kepada Alexander Poulev serta menegaskan pentingnya memperkuat hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama tujuh dekade.
Menurut Gibran, kunjungan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama baru yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Bulgaria.
“Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru, kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” katanya.
Baca juga: Indonesia-Bulgaria jajaki perluasan pasar pangan dan pertanian
Sementara itu, Alexander Poulev menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah Indonesia dan menyatakan kesiapan Bulgaria berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Ia menilai hubungan diplomatik yang kuat menjadi fondasi penting untuk membangun kemitraan ekonomi kedua negara.
“Kita memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemitraan ekonomi. Bulgaria ingin berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Alexander.
Ia juga menyebut berdasarkan kajian ekonomi Bulgaria, Indonesia diperkirakan menjadi salah satu dari empat ekonomi terbesar dunia dalam 10 tahun mendatang.
Selain membahas kerja sama ekonomi, Alexander menyampaikan simpati atas bencana alam yang melanda Indonesia dan menyatakan kesiapan Bulgaria memberikan bantuan.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan salah satu peluang yang dibahas dalam pertemuan tersebut ialah peningkatan perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan posisi Bulgaria sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Uni Eropa.
Baca juga: Mendag: RI dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Menurut Anis, sektor yang dibahas antara lain agroindustri dan logistik, termasuk peluang Bulgaria menjadi pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa yang mencakup sekitar 450 juta penduduk.
“Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik, dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa atau pasar di seluruh kawasan di Eropa yang jumlahnya sekitar 450 juta,” katanya.
Dalam kerja sama perdagangan, Gibran juga mendorong penguatan kerangka perdagangan Indonesia-Uni Eropa.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengatakan Indonesia berharap dukungan Bulgaria terhadap penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), serta membuka peluang kerja sama di sektor pangan dan transfer teknologi.
Baca juga: Puan-Wakil PM Bulgaria bahas penguatan kerja sama pendidikan
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan peluang kerja sama juga dapat dikembangkan melalui pertemuan dan pertukaran pelaku ekonomi kreatif kedua negara.
Salah satu bentuknya ialah mengundang delegasi Bulgaria menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE).
Rangkaian pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Bulgaria menjelang 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 20 September 2026, melalui kerja sama perdagangan, investasi, agroindustri, logistik, teknologi, pangan, dan ekonomi kreatif.
Baca juga: Wamenlu Anis Matta dorong penguatan kemitraan Indonesia-Bulgaria
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.