Houthi Serangan 3 Kota Arab Saudi, 13 Warga Terluka

Houthi Serangan 3 Kota Arab Saudi, 13 Warga Terluka

Liputan6.com, Riyadh - Sebanyak 13 warga sipil terluka dalam serangkaian serangan rudal balistik dan drone yang dilakukan kelompok Houthi Yaman terhadap tiga kota di Arab Saudi, menurut koalisi pimpinan Saudi pada Selasa dini hari.

Dikutip dari Anadolu, Selasa (15/9/2026), juru Bicara Koalisi, Turki al-Malki, mengatakan serangan tersebut terjadi pada Senin dan menyasar Khamis Mushait, Abha, serta Taif. Para korban mengalami luka ringan hingga sedang.

Selain menimbulkan korban luka, serangan itu juga menyebabkan kerusakan pada tujuh rumah dan dua kendaraan, kata al-Malki.

Al-Malki menuduh Houthi sengaja menjadikan warga sipil dan infrastruktur sipil sebagai sasaran. Ia mengatakan koalisi akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan lanjutan dengan menggunakan hak untuk membela diri.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan “potensi bahaya” pada Selasa dini hari di enam kota, yakni Jeddah, Yanbu, Taif, Abha, Jazan, dan Alula.

Beberapa waktu kemudian, otoritas tersebut menyatakan bahwa bahaya “telah berlalu”.

“Demi keselamatan Anda, terus ikuti instruksi #CivilDefense dan hindari berkumpul serta merekam. Dalam keadaan darurat, hubungi (911),” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan koalisi itu muncul setelah juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan pada Senin bahwa pesawat tempur Saudi telah melakukan 54 serangan di lima provinsi di Yaman dalam 24 jam sebelumnya.

Menurut Saree, jet tempur F-15 dan Typhoon digunakan dalam serangan tersebut. Ia memperingatkan bahwa serangan itu “tidak akan dibiarkan tanpa jawaban”.

Pada Senin sebelumnya, Houthi juga mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait. Kelompok tersebut sekaligus mengancam akan memperluas operasinya terhadap Arab Saudi.

Konfrontasi antara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan Houthi kembali meningkat sejak awal Juli, setelah bertahun-tahun situasi relatif tenang.

Yaman telah dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Setahun kemudian, koalisi Arab pimpinan Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.