Tak Lagi Melihat Dunia dalam Kabut, Warga Tabalong Sambut Harapan Baru - ANTARA News Kalimantan Selatan

Tak Lagi Melihat Dunia dalam Kabut, Warga Tabalong Sambut Harapan Baru - ANTARA News Kalimantan Selatan

Tanjung (ANTARA) - Dunia yang selama bertahun-tahun tampak buram akhirnya kembali terlihat jelas bagi Yusransyah (55), warga Desa Gunung Sari, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.  Setelah bertahun-tahun hid...

Tanjung (ANTARA) - Dunia yang selama bertahun-tahun tampak buram akhirnya kembali terlihat jelas bagi Yusransyah (55), warga Desa Gunung Sari, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. 

Setelah bertahun-tahun hidup dengan gangguan penglihatan akibat katarak, ia kini dapat menatap hari dengan penuh harapan usai menjalani operasi buta katarak gratis  "Satu Cahaya Berjuta Cerita" di Puskesmas Mabuun.

Awalnya ia membayangkan operasinya sakit, ternyata tidak. 

"Pelayanannya sangat baik, prosesnya cepat, dan saya merasa nyaman. Mudah-mudahan mata saya cepat sembuh sehingga bisa kembali beraktivitas seperti biasa," ujar Yusransyah, Jumat (7/8/2026).

Ia mengaku bersyukur dapat mengikuti operasi katarak gratis dan berharap program serupa terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Sebagai salah satu penerima bantuan ia menyampaikan  rasa  terima kasih  kepada Adaro, AlamTri Group, YABN bersama mitra kerja, dan Puskesmas Mabuun..

"Semoga  ke depan program seperti ini bisa terus dilaksanakan agar masyarakat Tabalong yang membutuhkan juga dapat merasakan manfaat operasi katarak gratis," katanya.

Yusransyah merupakan satu dari 131 warga Kabupaten Tabalong yang mengikuti Program Operasi Buta Katarak "Satu Cahaya Berjuta Cerita".

Operasi katarak gratis yang digagas Adaro, AlamTri Group, Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), PT Putra Perkasa Abadi (PPA), dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) berkolaborasi dengan Pemkab  Tabalong.

Kegiatan sosial ini  dilaksanakan di  Puskesmas Muara Harus, Puskesmas Mabuun, dan Puskesmas Muara Uya.

Harapan yang sama juga dirasakan Endang, salah satu peserta operasi di Puskesmas Mabuun. 

Melalui putrinya, Endah, keluarga menyampaikan rasa syukur karena sang ibu kini memiliki kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu penglihatan yang buram.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Adaro, AlamTri Grup dan YABN bersama mitra kerja, dan Puskesmas Mabuun atas terlaksananya operasi katarak gratis ini.

Semoga setelah operasi, Mama bisa kembali beraktivitas seperti biasa tanpa penglihatan yang buram," ujar Endah.

Ia berharap Program Operasi Buta Katarak "Satu Cahaya Berjuta Cerita" dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk memulihkan penglihatannya.

Program operasi katarak gratis ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2003. Hingga 2025, program tersebut telah menangani hampir 7.500 mata dengan rata-rata sekitar 370 operasi setiap tahun.

Pada 2026, perusahaan menargetkan sebanyak 397 operasi katarak di enam kabupaten wilayah operasional.

Melalui Program Operasi Buta Katarak "Satu Cahaya Berjuta Cerita", kolaborasi lintas sektor tersebut terus berupaya memperluas akses layanan kesehatan mata agar semakin banyak masyarakat dapat kembali melihat dengan jelas dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih produktif.

penulis : Harrys Trenady Pratama
(Staf media publikasi YABN)

Pewarta: *
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.