Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra dan PDIP Turun |Republika Online

Survei Poltracking: Elektabilitas Gerindra dan PDIP Turun |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas partai politik pada Rabu (23/9/2026). Dalam survei tersebut, elektabilitas Partai Gerindra dan PDIP mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.

Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengatakan pada simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra memperoleh elektabilitas 23,2 persen. Sementara di posisi kedua, PDIP meraih elektabilitas 11,6 persen, dan ketiga Partai Golkar 10,4 persen. Selanjutnya, PKB 6,2 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, Partai NasDem 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.

"Sedangkan partai lainnya di bawah 1 persen," kata dia, Rabu.

Meski Partai Gerindra dan PDIP memiliki elektabilitas tertinggi, dua partai itu mengalami penurunan elektabilitas. Elektabilitas Gerindra turun dari 26,1 persen pada Maret 2026 menjadi 23,2 persen pada Agustus 2026, sedangkan PDIP turun dari 15,4 persen menjadi 11,6 persen.

Berdasarkan tren selama setahun terakhir, elektabilitas Gerindra tercatat 24,1 persen pada Oktober 2025, kemudian naik menjadi 26,1 persen pada Maret 2026. Setelah itu, angkanya bergerak turun menjadi 25,9 persen pada Mei, 23,5 persen pada Juli, dan 23,2 persen pada Agustus 2026.

Tren penurunan juga terlihat pada PDIP. Elektabilitas partai tersebut berada di 15,7 persen pada Oktober 2025, 15,4 persen pada Maret 2026, kemudian turun menjadi 14,4 persen pada Mei, 12,3 persen pada Juli, dan 11,6 persen pada Agustus 2026.

Poltracking mencatat Gerindra, PDIP, dan PKB cenderung mengalami sedikit penurunan dalam tren elektabilitas. Sebaliknya, Golkar dan Demokrat disebut cenderung stabil.

Golkar sendiri sempat berada di 9,5 persen pada Oktober 2025 dan 9 persen pada Maret 2026. Elektabilitasnya kemudian menjadi 9,2 persen pada Mei, naik ke 11,4 persen pada Juli, sebelum berada di 10,4 persen pada Agustus.

Sementara itu, Demokrat berada pada angka 6,1 persen dalam simulasi terbaru. Poltracking memasukkan Demokrat ke dalam kelompok partai yang tren elektabilitasnya cenderung stabil.

Yoki menilai, hasil tersebut merupakan gambaran persepsi publik berdasarkan survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026. "Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik,” kata dia.

Meski begitu, survei itu menunjukkan masih besarnya proporsi responden yang belum menentukan pilihan. Sebanyak 25,3 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu ketika diberikan simulasi 18 partai politik.

Di sisi lain, kedekatan masyarakat dengan partai politik masih relatif rendah. Sebanyak 66,8 persen responden menyatakan tidak merasa dekat dengan partai politik tertentu, sedangkan hanya 12,3 persen yang menyatakan merasa dekat dengan salah satu partai.

Diketahui, survei nasional Poltracking Indonesia dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 terhadap 1.220 responden di 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan secara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.