Serangan Israel di Gaza Kembali Menewaskan Warga Palestina, Termasuk Ayah dan Anak

Serangan Israel di Gaza Kembali Menewaskan Warga Palestina, Termasuk Ayah dan Anak

AKURAT.CO Sedikitnya lima warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Senin (20/7/2026).Dalam serangan terbaru, sebuah drone Israel m...

AKURAT.CO Sedikitnya lima warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Senin (20/7/2026).

Dalam serangan terbaru, sebuah drone Israel menyerang tempat penampungan pengungsi Al-Yaman Al-Saeed di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara. Serangan tersebut menewaskan seorang pria Palestina dan putrinya.

Sejumlah warga lainnya dilaporkan terluka dalam serangan itu, termasuk anak-anak. Informasi tersebut disampaikan sumber medis dan saksi mata kepada Anadolu.

Serangan lainnya terjadi di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis. Sebuah drone Israel menghantam kendaraan milik perusahaan asuransi Desert Sands yang berada di dekat British Field Hospital.

Menurut sumber medis, serangan tersebut menewaskan tiga warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya.

Di Khan Younis, seorang warga Palestina juga dilaporkan mengalami luka setelah ditembak pasukan Israel. Korban terkena tembakan di bagian tangan dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser untuk mendapatkan perawatan.

Sementara itu, di Rafah, pasukan Israel dilaporkan menembak seorang perempuan Palestina di bagian kepala. Luka tersebut menyebabkan retak pada tengkorak korban hingga membutuhkan tindakan operasi.

Serangan lainnya terjadi di wilayah Bardawil, Al-Mawasi, sebelah barat Rafah. Sebuah drone quadcopter Israel dilaporkan menjatuhkan bahan peledak ke sebuah rumah. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Di tengah serangkaian serangan itu, situasi keamanan di Jalur Gaza masih terus memburuk. Menurut pejabat Israel, militer Israel kini menguasai lebih dari 70 persen wilayah Gaza. Angka tersebut meningkat dari sekitar 53 persen berdasarkan kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 1.158 warga Palestina tewas dan 3.756 lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel yang disebut terjadi hampir setiap hari dan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Secara keseluruhan, sejak dimulainya serangan Israel pada 8 Oktober 2023, sedikitnya 73.250 warga Palestina dilaporkan tewas dan 173.751 lainnya mengalami luka-luka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian tersebut juga menyatakan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza telah mengalami kerusakan atau hancur akibat konflik berkepanjangan.

Sumber: AA