Pakar Sebut Kaus Nyeleneh SSS Dept Termasuk Kekerasan Seksual Verbal |Republika Online

Pakar Sebut Kaus Nyeleneh SSS Dept Termasuk Kekerasan Seksual Verbal |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brand SSS Department tengah menjadi sorotan karena memproduksi sejumlah kaus dengan tulisan bernada seksual. Dalam salah satu desain misalnya memuat tulisan "Bisa gak sih PDKTnya di skip aja. Langsung nge**** aja".

Guru Besar Ilmu Kajian Gender UIN Sunan Kalijaga, Prof Alimatul Qibtiyah, menilai penggunaan narasi tersebut masuk dalam kategori kekerasan seksual dalam bentuk verbal. Pasalnya, narasi yang vulgar dan berkaitan dengan organ reproduksi dapat membuat perempuan merasa tidak nyaman.

"Saat saya membacanya itu kok rasanya jadi kurang etis, apalagi baju itu akan dipakai di ruang publik. Lalu membincangkan masalah vulgar dan organ reproduksi yang bisa membuat perempuan tidak nyaman. Maka menurut saya ini sudah masuk pada kekerasan seksual dalam bentuk verbal ya," kata Prof Alimatul saat dihubungi Republika, Jumat (4/9/2026).

la juga menolak anggapan bahwa kata-kata tersebut hanyalah sebatas ekspresi seni atau humor. Prof Alimatul menegaskan penggunaan narasi yang merendahkan ataupun mengeksploitasi perempuan dalam sebuah produk komersial tidak dapat dibenarkan hanya dengan alasan ekspresi seni maupun humor.

"Jadi ini bukan lagi espresi seni atau humor. Kasusnya sama dengan kekerasan seksual yang verbal yang sering terjadi di grup chat atau tongkrongan. Jangan jadikan candaan sebagai pembelaan, karena itu akan menjadi pola untuk menghindar dari tanggung jawab sosial yang ditimbulkan," ujar Prof Alimatul.

la pun menyoroti sejumlah tulisan pada produk SSS Department yang menurutnya sudah terlalu vulgar karena mengarah pada isu maupun aktivitas seksual. la menilai hal tersebut dapat menjadi bentuk pelecehan simbolis karena pesan bernuansa pelecehan disebarkan di ranah umum.

"Beberapa sih tulisan di produk yang ada itu memang terlalu vulgar menurut saya. Yang mengarah kepada isu atau aktivitas seksual. Dan bisa jadi ini semacam pelecehan simbolis juga ya," kata dia.

Ketika kaus seperti ini dikenakan di ruang publik, kata Prof Alimatul, maka perempuan atau bahkan anak tidak bisa menolak paparan tersebut. Karenanya hal itu dapat memberikan dampak psikologis termasuk menurunkan rasa aman ketika berada di ruang publik. Perempuan yang melihat kaus dengan pesan sensual di tempat umum dapat merasa terintimidasi, cemas, ataupun terancam keselamatan dirinya.

"Dampak psikologisnya ya itu bisa penurunan rasa aman. Maksudnya kalau kita akan duduk bersama orang yang pakai kaos kayak gitu ya. Jadi, wah ini nanti gimana ya kalau kemudian apa yang dituliskan di kaos itu juga dipikirkan pada saya," kata Prof Alimatul.

Dampak lainnya adalah munculnya pengawasan diri secara berlebihan. Perempuan dapat memilih menjaga jarak atau lebih berhati-hati ketika berada di dekat orang yang mengenakan pakaian dengan narasi seksual tersebut.

Prof Alimatul juga mengingatkan adanya kemungkinan pesan semacam itu menjadi pemicu atau trigger bagi perempuan yang sebelumnya pernah mengalami kekerasan seksual. "Seperti tadi yang disampaikan, bisa jadi dia ter-trigger dengan pengalaman dia ketika menjadi korban kekerasan seksual, misalnya dengan kata-kata itu," kata dia.