Ratusan guru dan tendik meriahkan PORSENIJAR Belitang Hilir 2026 - ANTARA News Kalimantan Barat
Sekadau (ANTARA) - Sebanyak 387 guru dan tenaga kependidikan (tendik) se-Kecamatan Belitang Hilir ambil bagian dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran Mendalam (Porsenijar) Kecamatan Belitang Hilir Tahun 2026.
Kegiatan yang menggabungkan semangat olahraga, seni, persaudaraan, dan peningkatan kompetensi pendidik tersebut resmi dibuka di Aula CU Usaha Kita pada Senin (14/9).
"Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Porsenijar Kecamatan Belitang Hilir tahun ini sebanyak 387 orang, terdiri dari guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, sportivitas, serta mengembangkan potensi guru dan tenaga kependidikan," kata Ketua Panitia Porsenijar Belitang Hilir 2026, Nanang Solihin.
Porsenijar tahun ini berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 September 2026, dengan SMAN 1 Belitang Hilir sebagai tuan rumah penyelenggaraan.
"Ini juga momentum bagi guru untuk berkompetisi dan mengembangkan bakat, juga memperkuat silaturahmi serta meningkatkan kesiapan menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Belitang Hilir, Welly menyoroti tantangan guru dan tenaga kependidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial.
"Dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan membuka diri terhadap perkembangan teknologi. Para guru dan tendik harus mau belajar dan memahami perkembangan tersebut agar dapat menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab," kata Welly.
Menurutnya, teknologi boleh berkembang, AI boleh semakin maju, tetapi guru tetap memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan peserta didik. Karena itu, yang harus kita lakukan bukan menjauhi teknologi, tetapi belajar menggunakannya dengan bijak.
"Para guru diharapkan mampu menjadi pendidik yang adaptif terhadap perubahan, tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab profesinya," pungkasnya.
Pewarta: Arkadius Gansi
Editor : Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.