Putra Mahkota Arab Saudi mengkhawatirkan rencana serangan AS ke Iran

Putra Mahkota Arab Saudi mengkhawatirkan rencana serangan AS ke Iran

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyampaikan kekhawatiran kepada Presiden AS Donald Trump terkait laporan mengenai rencana serangan besar-besaran baru Amerika Serikat ANTARA News ntt 8 ...

Putra Mahkota Arab Saudi mengkhawatirkan rencana serangan AS ke Iran

Minggu, 2 Agustus 2026 10:23 WIB

Image Print

Arsip foto - Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud (kiri) di Ruang Oval Gedung Putih pada 20 Maret 2018 di Washington, Amerika Serikat. ANTARA/Saudi Kingdom Council - Anadolu Agency / pri.

Istanbul (ANTARA) - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyampaikan kekhawatiran kepada Presiden AS Donald Trump terkait laporan mengenai rencana serangan besar-besaran baru Amerika Serikat terhadap Iran, menurut Axios pada Sabtu.

Percakapan melalui telepon itu berlangsung ketika Washington dilaporkan tengah mempersiapkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.

"Pihak Saudi menyampaikan kekhawatiran mereka dan meminta penjelasan mengenai rencana tindakan yang akan diambil," kata seorang pejabat Amerika Serikat kepada Axios.

Sumber lain yang mengetahui isi pembicaraan itu mengatakan Mohammed bin Salman mendesak Trump untuk meredakan ketegangan dan membatalkan rencana serangan terhadap Iran.

Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah Trump mengancam akan melancarkan serangan yang disebutnya sangat keras terhadap Iran.

Perkembangan tersebut terjadi setelah sejumlah kedutaan besar AS di Timur Tengah mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negara Amerika Serikat terkait kemungkinan terjadinya eskalasi situasi.

Menurut Axios, Gedung Putih dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menolak memberikan komentar mengenai pembicaraan tersebut.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menghubungi para mitranya dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa setiap tindakan agresi dari Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas dengan tindakan yang "tegas dan proporsional" oleh Iran.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Media Israel pada Sabtu juga melaporkan bahwa aparat pertahanan negara itu tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap Iran.

Sumber: Anadolu

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.