Sambas jadikan Desa Temajuk penggerak ekonomi di perbatasan - ANTARA News Kalimantan Barat

Sambas jadikan Desa Temajuk penggerak ekonomi di perbatasan - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadikan Desa Temajuk Kecamatan Paloh sebagai penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan aktivitas lintas batas Indonesia-Malaysia.

"Sebagaimana tercantum dalam Perda RPJMD Kabupaten Sambas Tahun 2025–2029, Kecamatan Paloh telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Kabupaten," kata Kepala Baperinda Kabupaten Sambas Serli di Sambas, Rabu.

Serli mengatakan Kecamatan Paloh, termasuk Temajuk, memiliki posisi penting dalam menjaga kedaulatan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.

Menurut dia, pengembangan Desa Wisata Temajuk diarahkan sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Sambas-Singkawang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pariwisata berbasis kawasan perbatasan.

Wilayah Perencanaan Paloh-Aruk yang mencakup Kecamatan Paloh juga merupakan bagian dari Kawasan Perbatasan Negara dan ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN), yang berfungsi sebagai gerbang negara sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

Serli mengatakan sektor pariwisata memiliki potensi terbesar menjadi penggerak ekonomi Temajuk karena didukung kekayaan wisata alam, posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia, serta peluang kunjungan wisatawan dari negara tetangga.

Pertumbuhan sektor tersebut diharapkan memberikan efek berganda terhadap perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif hingga perikanan melalui meningkatnya permintaan terhadap produk dan komoditas lokal.

Namun, pemerintah daerah belum memiliki peta jalan khusus pengembangan Temajuk setelah konektivitas lintas batas Temajuk-Telok Melano dibuka. Pengembangan kawasan saat ini dilakukan melalui perencanaan terpadu dan penganggaran tematik lintas organisasi perangkat daerah.

Dari sisi infrastruktur, kebutuhan mendesak meliputi penguatan pasokan listrik, perluasan jaringan internet, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) skala kawasan, peningkatan jalan menuju destinasi wisata, serta penyediaan penerangan jalan umum.

Serli menyebut akses jalan utama menuju Temajuk dan PLB saat ini dalam kondisi baik, tetapi sejumlah jalan menuju objek wisata masih membutuhkan peningkatan. Pasokan listrik juga belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, layanan telekomunikasi masih terbatas karena sinyal seluler baru tersedia di satu titik melalui fasilitas Bakti Kominfo dengan jangkauan terbatas. Pelayanan kesehatan telah tersedia, tetapi sejumlah fasilitas memerlukan rehabilitasi, sedangkan layanan perbankan masih didominasi agen dan membutuhkan galeri ATM terpadu.

Pemkab Sambas juga mengusulkan pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, BNPP, dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, untuk mendorong peningkatan status PLB Temajuk menjadi PLBN.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.