RSUD Kota Pontianak sosialisasikan cegah diare di tengah kabut asap - ANTARA News Kalimantan Barat

RSUD Kota Pontianak sosialisasikan cegah diare di tengah kabut asap - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak, Kalimantan Barat menyosialisasikan tindakan pencegahan dan penanganan diare yang dapat dilakukan masyarakat, di tengah kondisi kabut asap dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kabut asap tak hanya meningkatkan risiko gangguan pernapasan, di tengah kondisi tersebut masyarakat juga perlu tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyakit lain, termasuk diare," ujar Apoteker RSUD SSMA Kota Pontianak, Fikri Destari di Pontianak, Rabu. 

Fikri Destari mengatakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah diare. 

Ia menjelaskan diare ditandai dengan buang air besar lebih sering dari biasanya dengan konsistensi tinja yang lebih cair. Kondisi ini dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk infeksi yang berkaitan dengan kebersihan makanan, minuman, tangan, dan lingkungan.

Karena itu, pencegahan diare dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari makanan yang diragukan kebersihannya, serta memastikan makanan dimasak hingga matang. 

Selain menjaga kebersihan, Fikri mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat ketika mengalami diare. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah mencegah kekurangan cairan akibat kehilangan cairan dan elektrolit. 

“Ketika mengalami diare, yang paling penting adalah menjaga kecukupan cairan. Oralit dapat digunakan untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Penggunaan obat diare lainnya perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya,” ujarnya.

Fikri juga mengingatkan agar antibiotik tidak digunakan secara sembarangan. Tidak semua kasus diare membutuhkan antibiotik karena penggunaannya harus berdasarkan indikasi medis.

"Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau apoteker sebelum menggunakan obat tertentu, terutama jika memiliki penyakit lain atau sedang mengonsumsi obat rutin,"papar dia.  

Pertolongan medis juga tidak sebaiknya ditunda apabila diare disertai tanda bahaya, seperti lemas berat, sulit minum, muntah terus-menerus, terdapat darah dalam tinja, demam tinggi, atau tanda-tanda dehidrasi.

Risiko dehidrasi perlu mendapat perhatian lebih pada bayi, anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.

“Jangan hanya fokus pada kondisi kabut asap, tetapi tetap perhatikan kesehatan secara menyeluruh. Terapkan PHBS, jaga asupan cairan, dan gunakan obat secara tepat agar diare dapat ditangani dengan baik,” kata Fikri.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.