PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpène Pertama RI, Transfer Teknologi Dimulai

PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpène Pertama RI, Transfer Teknologi Dimulai

Meliputi proses Qualification Section, sebuah tahapan untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem produksi, serta kompetensi sumber daya manusia sesuai standar internasional Naval Group.Baca Juga: HUT RI Jadi M...

Meliputi proses Qualification Section, sebuah tahapan untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem produksi, serta kompetensi sumber daya manusia sesuai standar internasional Naval Group.

Baca Juga: HUT RI Jadi Momentum PalmCo Perkuat SDM Lewat Kompetisi Olahraga

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menegaskan, pemotongan baja pertama kapal selam pertama Scorpène Republik Indonesia bukan hanya momentum pembangunan sebuah platform pertahanan, tapi bukti Indonesia mampu membangun kemampuan strategis nasional secara berkelanjutan.

“Yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah platform pertahanan, tetapi juga kompetensi engineer Indonesia, penguasaan teknologi, serta ekosistem industri yang akan menjadi fondasi bagi pembangunan kapal selam generasi berikutnya" kata Kaharuddin dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/8/2026).

Kaharuddin menambahkan, kerja sama PT PAL Indonesia dan Naval Group membuka ruang transfer teknologi di berbagai bidang, mulai dari Hull Outfitting, Mechanical Machinery, Electrical System, Weapon System, hingga proses Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

“Penguasaan kompetensi ini diharapkan menjadi bekal bagi engineer Indonesia untuk semakin mandiri dalam membangun dan mengintegrasikan kapal selam di masa mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, pembangunan kapal selam pertama Scorpène Republik Indonesia merupakan tonggak bersejarah, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga di kawasan ASEAN.

“Kita menjadi yang pertama membangun kapal selam di dalam negeri. Ini merupakan suatu hal yang sangat positif. Harapan kita, kemampuan ini terus berkembang sehingga industri pertahanan perkapalan nasional dapat dibangun oleh putra-putri Indonesia dengan kemampuan bangsa sendiri,” ucap Muhammad Ali.

Ia juga optimistis ke depan Indonesia semakin mandiri dalam pembangunan kapal atas air, kapal selam, maupun alutsista lainnya.

Terlebih, sambung dia, Kementerian Pertahanan memberikan dukungan penuh.

Seperti diketahui, program Kapal Selam Scorpène Republik Indonesia merupakan tindak lanjut kontrak antara Kementerian Pertahanan RI, PT PAL Indonesia, Naval Group, untuk pembangunan dua unit kapal kelas 1.800-2.800 ton.

Seluruh pembangunan akan dilaksanakan di Indonesia, yakni PT PAL Indonesia, melalui skema transfer teknologi.