Polresta Palu perkuat pengamanan usai bentrok antarwarga Nunu-Anoa

Polresta Palu perkuat pengamanan usai bentrok antarwarga Nunu-Anoa

Polresta Palu perkuat pengamanan usai bentrok antarwarga Nunu-Anoa

Jumat, 4 September 2026 18:06 WIB

Image Print

Sejumlah aparat kepolisian berjaga di Jembatan Lalove Palu usai bentrok antara warga di Kelurahan Nunu dan Kelurahan Tatura Utara (Anoa), Jumat (4/9/2026) dini hari. ANTARA/HO-Afia Febrianti

Kota Palu (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Palu memperkuat pengamanan dengan menambah personel dan mendirikan kembali pos penjagaan setelah bentrokan antarwarga di kawasan Nunu dan Anoa, Kota Palu, Sulawesi Tengah kembali terjadi.

Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena di Palu, Jumat, mengatakan bentrokan kembali terjadi pada Jumat dini hari setelah situasi di kedua wilayah sempat kondusif selama sekitar dua pekan.

Menurut dia, kepolisian akan menambah personel dan kembali mendirikan pos penjagaan di kedua wilayah, terutama untuk mengantisipasi bentrokan susulan pada akhir pekan.

"Kita tambah lagi. Kita lapis lagi, intinya supaya tidak terjadi lagi bentrokan," katanya.

Hari mengatakan penyelesaian konflik tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pengamanan aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga adat.

"Selama orang-orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama tidak berani mengambil peran, sementara anak-anak muda dibiarkan seperti ini, masalah tidak akan selesai," katanya.

Menurut dia, para tokoh masyarakat dan orang tua diharapkan memiliki pengaruh serta menjadi pihak yang didengar kalangan muda sehingga konflik tidak terus berulang.

Hari juga menilai lembaga adat perlu dilibatkan dalam upaya penyelesaian konflik, termasuk melalui penerapan sanksi adat terhadap pihak-pihak yang memicu keributan.

"Karena itu, ke depan lembaga adat juga perlu diperankan, termasuk dengan menerapkan sanksi adat dan sebagainya," ujarnya.

Ia mengatakan situasi sebelumnya sempat kondusif selama sekitar dua pekan ketika polisi melakukan penjagaan, tetapi bentrokan kembali terjadi setelah jumlah personel yang berjaga dikurangi.

Hari mengimbau orang tua dan tokoh masyarakat di kedua wilayah mengambil peran lebih kuat dalam menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami berharap ada kekuatan dari para orang tua di masing-masing kelurahan untuk menjaga suasana kondusif. Bagaimana anak-anak muda ini bisa mendengar orang tua agar tidak ikut melakukan penyerangan," katanya.

Hari belum merinci apakah bentrok pada Jumat dini hari itu menyebabkan korban atau tidak, termasuk pemicunya dan berapa penambahan personel.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026