Menteri PU pastikan seluruh jalan dan jembatan pascagempa NTT pulih
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa telah kembali difungsikan.
“Kalau NTT secara umum sih kalau jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten. Memang jalan provinsi, kabupatennya agak kecil-kecil. Itu nanti beberapa titik yang memang itu menghubungkan antara kabupaten, terus bisa dipakai sebagai jalan alternatif,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pemulihan tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan di wilayah terdampak.
Penanganan dampak pascagempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain memulihkan konektivitas, Kementerian PU juga mempercepat penanganan infrastruktur layanan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih bagi warga terdampak di Pulau Flores.
Berdasarkan data penanganan per 30 Agustus 2026, Kementerian PU mencatat 17 ruas jalan terdampak yang terdiri atas 88 titik longsor dan tiga patahan. Seluruh ruas tersebut telah kembali fungsional. Kemudian sebanyak 14 jembatan dan tiga Duiker terdampak juga telah difungsikan kembali.
Namun, dampak gempa tidak hanya menyentuh sektor konektivitas. Menteri Dody mengatakan kerusakan juga banyak terjadi pada bangunan yang menjadi bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat.
“Kalau dari PU sih, sangat banyak sebetulnya. Karena ini kan gempa ya, yang hancur itu rata-rata bangunan kan. Jadi mungkin yang akan besar bangunan, apalagi itu bentuknya gereja, masjid, atau rumah sakit, puskesmas, gitu yang paling banyak ya,” ujarnya.
Saat ini, Kementerian PU mencatat 651 prasarana gedung turut terdampak, di antaranya 112 prasarana pendidikan keagamaan, 300 prasarana ibadah, dan 238 prasarana kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 prasarana telah diverifikasi secara bertahap guna mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan kebutuhan penanganan. Selain itu juga terdapat 17 gedung pemerintahan serta satu gedung militer yang terdampak dan kini dalam proses verifikasi kerusakan.
Di sisi lain, Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap sejumlah infrastruktur air minum yang terdampak gempa. Secara keseluruhan terdapat 81 SPAM yang masuk dalam proses verifikasi kerusakan, dengan satu SPAM telah ditangani. Selain itu, dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) juga tercatat terdampak dan sedang diverifikasi.
Pada infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU melakukan verifikasi fungsi terhadap dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, dan dua sungai. Seluruh infrastruktur tersebut telah masuk dalam penanganan dan verifikasi fungsi.
Baca juga: Pemerintah prioritaskan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT
Baca juga: Menteri PU: Konektivitas jalan nasional di Pulau Flores kembali pulih
Baca juga: Kementerian PU tangani 34 titik longsor dan 9 jembatan di Flores, NTT
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.