KemenUMKM dorong usaha menengah jadi penggerak UMKM naik kelas

KemenUMKM dorong usaha menengah jadi penggerak UMKM naik kelas
Usaha menengah di tengah menjadi anchor-nya, agar mikro dan kecil terhubung dengan rantai pasoknya

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan peran usaha menengah sebagai penghubung antara usaha mikro dan kecil dengan rantai pasok industri, akses pembiayaan, serta pasar yang lebih luas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman dalam kegiatan ANTARA Business Forum di Jakarta, Rabu, mengatakan usaha menengah memiliki posisi strategis untuk menjembatani usaha mikro dan kecil agar dapat terhubung dengan perusahaan yang memiliki skala lebih besar.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.

Menurut Bagus, peningkatan kelas UMKM tidak dapat hanya mengandalkan satu program. Pemerintah perlu membangun ekosistem yang mencakup legalitas usaha, peningkatan kapasitas, sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, hingga pemasaran.

Salah satu skema yang dikembangkan adalah Holding UMKM. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem kemitraan bisnis berbasis klaster dengan menempatkan usaha menengah sebagai anchor yang menghubungkan usaha mikro dan kecil dengan rantai pasok yang lebih luas.

Baca juga: Kemen-UMKM alokasikan Rp350,2 miliar untuk pemulihan 113.292 UMKM Aceh

Baca juga: Kemen UMKM dorong petani bangun skala ekonomi lewat kelompok usaha

“Usaha menengah di tengah menjadi anchor-nya, agar mikro dan kecil terhubung dengan rantai pasoknya,” kata Bagus.

Bagus menjelaskan pendekatan berbasis klaster diperlukan agar UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui skema tersebut, pelaku usaha dapat terhubung dengan agregator, inkubator, akses pemasaran, serta pembiayaan sesuai kebutuhan pengembangan bisnisnya.

Selain kemitraan, akses pembiayaan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan skala usaha.

Dalam konteks usaha menengah, pemerintah memperluas pembiayaan melalui pasar modal. Perluasan ini diwujudkan melalui program Rise to IPO yang dijalankan bersama Bursa Efek Indonesia untuk membuka peluang bagi usaha menengah memperoleh pendanaan melalui penawaran saham perdana.

Di sisi pemasaran, Kementerian UMKM turut mendorong integrasi layanan agar pengusaha dapat memperoleh akses pasar domestik maupun ekspor.

Bagus mencontohkan kerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam menghubungkan layanan ekspor dengan ekosistem layanan UMKM melalui pemanfaatan platform InaExport sebagai National Export Gateway Indonesia.

Baca juga: Kemen UMKM minta Pekan Raya Sumut jadi ajang 'business matching' UMKM

Baca juga: Kemen UMKM: PP 20/2026 dukung ekosistem UMKM yang sehat dan produktif

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.