Kapal Induk Pertama RI Tiba September 2026, Intip Kecanggihannya
Salah satu keunggulan utama Giuseppe Garibaldi berada pada dek penerbangannya.
Kapal ini memiliki dek sepanjang sekitar 174 meter yang dilengkapi ski jump, yaitu landasan melengkung dengan sudut 6,5 derajat. Desain tersebut memungkinkan pesawat tempur Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL), seperti AV-8B Harrier II, lepas landas dalam jarak pendek tanpa membutuhkan landasan pacu yang panjang.
Kemampuan itu membuat Giuseppe Garibaldi dapat membawa hingga 16 pesawat tempur Harrier II dan dua helikopter pencarian serta penyelamatan, atau dikonfigurasi mengangkut sekitar 18 helikopter sesuai kebutuhan operasi.
Fleksibilitas tersebut membuat kapal ini dapat menjalankan berbagai misi, mulai dari operasi tempur, patroli laut, anti-kapal selam, pengamanan wilayah, evakuasi warga negara, hingga bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana.
Di balik ukurannya yang besar, Giuseppe Garibaldi memiliki mobilitas yang tinggi.
Empat turbin gas CODAG bertenaga sekitar 81.000 tenaga kuda (horsepower) mampu mendorong kapal melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Pada kecepatan jelajah sekitar 20 knot, kapal ini mampu berlayar hingga 7.000 mil laut, setara hampir 13.000 kilometer, sehingga dapat menjalankan operasi dalam waktu lama tanpa harus sering mengisi ulang bahan bakar.
Kecanggihan Giuseppe Garibaldi tidak hanya terletak pada kemampuannya mengangkut pesawat tempur.
Kapal induk ini juga dibekali sistem pertahanan berlapis untuk menghadapi ancaman dari udara maupun bawah laut. Persenjataannya meliputi rudal pertahanan udara Aspide, meriam pertahanan jarak dekat atau Close-In Weapon System (CIWS) DARDO, peluncur torpedo, hingga berbagai perangkat peperangan elektronik.
Kapal ini juga dilengkapi sistem peluncur umpan (decoy), pengacau radar, serta sistem perlindungan terhadap serangan torpedo yang meningkatkan kemampuan bertahan saat beroperasi di wilayah konflik.