Iran: Fasilitas energi Teluk berpotensi jadi sasaran balasan
Iran: Fasilitas energi Teluk berpotensi jadi sasaran balasan
Minggu, 2 Agustus 2026 10:20 WIB
Rudal Zolfaghar dan Qadr, bersama dengan model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026, di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS yang dipicu oleh jalur-jalur paralel di Selat Hormuz. Warga memiliki kesempatan untuk melihat langsung rudal serta peralatan militer tersebut di lapangan itu. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri.
Istanbul (ANTARA) - Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency melaporkan pada Sabtu mengenai sejumlah fasilitas energi di negara-negara Teluk dan Israel yang berpotensi menjadi sasaran apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Fars, Washington menyadari bahwa berbagai infrastruktur energi utama di kawasan Teluk dan Israel berada dalam jangkauan rudal presisi Iran jika konflik semakin meluas.
Fasilitas yang disebutkan meliputi ladang minyak Ghawar serta fasilitas pengolahan minyak Abqaiq dan Khurais di Arab Saudi, kilang minyak Ruwais dan ladang minyak lepas pantai Zakum di Uni Emirat Arab, serta cadangan gas North Field dan terminal ekspor gas alam cair Ras Laffan di Qatar.
Fars juga menyebut ladang minyak Burgan di Kuwait, kilang minyak Sitra dan fasilitas Ma'ameer di Bahrain, serta ladang gas Leviathan dan Tamar di Israel.
Menurut kantor berita tersebut, serangan terhadap fasilitas-fasilitas itu akan berdampak besar terhadap pasar energi dunia karena sebagian di antaranya memegang peranan penting dalam pasokan minyak mentah dan gas alam cair global.
Fars juga menyinggung konflik yang berlangsung selama 40 hari antara Iran dan Israel. Dalam periode itu, Iran disebut menyerang fasilitas pemrosesan gas terbesar di dunia di Qatar setelah ladang gas South Pars menjadi sasaran serangan.
Laporan tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pembalasan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan apabila Washington kembali menyerang negara itu.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Media Israel pada Sabtu juga melaporkan bahwa aparat pertahanan negara itu tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap Iran.
Publikasi laporan tersebut bertepatan dengan serangkaian komunikasi diplomatik yang dilakukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi memperingatkan bahwa setiap serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat atau Israel terhadap Iran, maupun keterlibatan negara-negara lain di kawasan, akan memicu respons yang "tegas dan proporsional" dari angkatan bersenjata Iran.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.