Hamas Peringatkan Konsekuensi Penutupan Masjid Ibrahimi oleh Israel |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) memperingatkan konsekuensi serius menyusul keputusan otoritas pendudukan Israel menutup Masjid Ibrahimi di Kota Hebron (al-Khalil), Tepi Barat. Hamas menyebut penutupan tersebut sebagai serangan langsung terhadap kebebasan beribadah dan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat ibadah umat Islam.
Pasukan pendudukan Israel (IDF) menutup Masjid Ibrahimi yang berada di Kota Tua Hebron bagi jamaah pada Rabu pagi. Penutupan dilakukan dengan dalih adanya hari raya Yahudi, menurut sumber-sumber lokal.
Merujuk Almayadeen, akibat penutupan tersebut, warga Palestina dilarang memasuki kompleks masjid. Langkah itu disebut dilakukan untuk mencegah jamaah Palestina berada di lokasi ketika para pemukim Israel memasuki atau menyerbu kompleks masjid.
Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan penutupan Masjid Ibrahimi merupakan bagian dari kampanye sistematis pemerintah pendudukan Israel yang disebutnya ekstremis dan fasis terhadap rakyat serta tanah Palestina.
Menurut Hamas, kebijakan tersebut bertujuan mempercepat aneksasi dan proses Yudaisasi terhadap wilayah Palestina, termasuk situs-situs suci.
Hamas menegaskan Masjid Ibrahimi merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas keagamaan, nasional, dan sejarah rakyat Palestina serta umat Islam secara keseluruhan.
Upaya Israel untuk memberlakukan pembagian dan kontrol atas masjid tersebut, menurut Hamas, tidak memberikan hak ataupun legitimasi kepada Israel untuk mengklaim kedaulatan atas situs tersebut.
Hamas juga menyerukan kepada warga Palestina di Hebron dan seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki untuk memperkuat keberadaan mereka di sekitar Masjid Ibrahimi. Mereka diminta menghadapi pembatasan, kebijakan Yudaisasi, serta serangan terhadap tempat-tempat suci.
Gerakan tersebut menyerukan penggunaan berbagai cara perlawanan yang tersedia untuk mencegah agresi lebih lanjut terhadap tanah Palestina dan tempat-tempat suci.
Hamas juga meminta negara-negara Arab dan Islam, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat, segera mengambil langkah untuk menghentikan serangan terhadap Masjid Ibrahimi, Masjid al-Aqsa, dan seluruh tempat suci umat Islam.
Kementerian Wakaf Palestina Kecam Penutupan