Wawali Surakarta dorong pelajar berani berekspresi lewat seni

Wawali Surakarta dorong pelajar berani berekspresi lewat seni

Wawali Surakarta dorong pelajar berani berekspresi lewat seni

Sabtu, 26 September 2026 19:05 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani saat menghadiri ARTEPHY (Art Exhibition Smoephy) X ABSASTA (Ajang Bahasa dan Sastra) 2026 di Pendapa Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong para pelajar untuk berani mengekspresikan diri melalui karya seni, bahasa, dan sastra.

Pesan itu disampaikan Astrid saat menghadiri ARTEPHY (Art Exhibition Smoephy) X ABSASTA (Ajang Bahasa dan Sastra) 2026 di Pendapa Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu.

Ia menilai kegiatan yang digelar OSIS Sapta Jaya SMA Negeri 7 Surakarta tersebut menjadi ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi di luar capaian akademik.

“ARTEPHY dan ABSASTA merupakan kegiatan yang sangat positif karena memberikan ruang kepada para siswa untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi, khususnya dalam bidang seni, bahasa, dan sastra,” katanya.

Menurut Astrid, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai pencapaian akademik. Generasi muda juga perlu mendapatkan ruang untuk membangun karakter, kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan terhadap lingkungan dan budaya di sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini, para siswa dapat belajar untuk berani berekspresi, menghasilkan karya, berkolaborasi, sekaligus belajar menghargai karya dan kreativitas orang lain,” ujarnya.

ARTEPHY X ABSASTA 2026 merupakan kolaborasi OSIS Sapta Jaya SMA Negeri 7 Surakarta dengan Artharupa. ARTEPHY tahun ini memasuki penyelenggaraan Vol. 2 dan dipadukan dengan ABSASTA, sehingga menghadirkan rangkaian kegiatan yang menggabungkan seni, bahasa, dan sastra.

Berbagai karya visual siswa ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari lukisan kanvas, instalasi interaktif hingga mural yang mengangkat pesan-pesan sosial. Pameran menjadi ruang bagi pelajar untuk menuangkan gagasan sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada publik.

Rangkaian kegiatan juga diisi sejumlah workshop interaktif. Salah satunya workshop bersama Kawan Tuli yang mengajak peserta mengenal Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami komunikasi yang lebih inklusif.

Ada pula workshop membatik bersama SMKN 9 Surakarta. Peserta dapat mengenal proses membatik secara langsung sekaligus mempelajari salah satu bentuk warisan budaya yang lekat dengan identitas Surakarta.

Sementara itu, ABSASTA menghadirkan sejumlah kompetisi yang mengeksplorasi kemampuan peserta dalam bidang bahasa dan sastra. Beberapa di antaranya Tutur Narasi menggunakan Bahasa Indonesia, Sing Ambyar melalui lagu berbahasa Jawa, serta Newscasting dalam Bahasa Inggris.

Konsep tersebut membuat peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat menikmati pameran, mengikuti aktivitas kreatif, dan menyaksikan pertunjukan seni dalam satu rangkaian kegiatan.

Sejumlah penampilan seni turut memeriahkan acara. Sekar Tri Kusuma tampil dalam art performance, disusul pertunjukan tari kontemporer oleh Joce. Panggung kemudian diisi penampilan musik Sternsev.

Bagi Astrid, kegiatan yang memadukan berbagai bidang tersebut relevan dengan kebutuhan generasi muda. Para pelajar tidak hanya diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, menghargai karya orang lain, dan berani tampil di hadapan publik.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya di Kota Surakarta.

“Seni, bahasa, dan sastra juga merupakan bagian penting dari identitas budaya kita. Terlebih Surakarta merupakan kota yang memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa,” tuturnya.

Ia berharap para pelajar tidak berhenti sebagai penikmat seni dan budaya, tetapi juga mampu menjadi pelaku, pencipta, dan penerus yang membawa seni serta budaya terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

“Kepada anak-anak yang saya banggakan, teruslah berkarya dan jangan takut untuk menunjukkan potensi yang kalian miliki. Tidak perlu takut salah dan tidak perlu takut gagal. Jadikan setiap proses sebagai pengalaman untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Ia juga mengajak para siswa untuk berani mencoba dan menjadikan setiap proses sebagai pengalaman.

“Yang terpenting adalah berani mencoba, berani berproses, dan terus berusaha memberikan yang terbaik,” imbuhnya.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Surakarta mendukung berbagai kegiatan yang memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkembang dan berkreasi. Menurutnya, kreativitas anak muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan kota.

“Semangat berkarya, berinovasi, dan mencintai budaya harus terus kita tumbuhkan bersama,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMA Negeri 7 Surakarta, para guru, panitia, siswa, orang tua, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan ARTEPHY X ABSASTA 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi dapat terus menjadi ruang bagi lahirnya inspirasi, karya, prestasi, dan gagasan baru dari generasi muda.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah acara semata, tetapi dapat menjadi ruang yang terus menumbuhkan inspirasi, kreativitas, prestasi, dan kecintaan generasi muda terhadap seni, bahasa, sastra, dan budaya,” pungkasnya.

ARTEPHY X ABSASTA 2026 digelar pada Sabtu, 26 September 2026, di Pendapa Ageng ISI Surakarta. Rangkaian kegiatannya mencakup pameran karya visual, workshop BISINDO dan membatik, kompetisi bahasa dan sastra, art performance, tari kontemporer, hingga pertunjukan musik.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.