Polres Banjar Shalat Istisqa, sebagian wilayah diguyur hujan sore hari - ANTARA News Kalimantan Selatan
Martapura (ANTARA) - Kepolisian Resor Banjar, Polda Kalimantan Selatan, menggelar Shalat Istisqa dan doa bersama memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah itu.
Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto di Kota Martapura, Sabtu mengatakan Shalat Istisqa adalah ikhtiar jajaran kepolisian bersama masyarakat memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar Kabupaten Banjar segera mendapat curah hujan yang cukup.
"Kami bersama-sama berdoa dan memohon ampunan kepada Allah, seraya memohon hujan yang lebat. Mudah-mudahan Kabupaten Banjar diberikan curah hujan cukup tinggi sehingga kita terhindar dari bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," ujar Boni usai kegiatan.
Boni mengatakan, meskipun hujan telah mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Banjar pada Sabtu sore, seperti Kota Martapura, Kecamatan Mataraman, Martapura Timur, dan Sambung Makmur, intensitasnya belum cukup untuk mengatasi kondisi kekeringan secara menyeluruh.
Menurut dia, kondisi cuaca di musim kemarau yang masih kering meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan sehingga penanganan di lapangan terus dilakukan jajaran Polres Banjar.
Sebelumnya, Polres Banjar juga membentuk Tim Buru Api Marta Presisi yang disiagakan melakukan pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk terjun langsung ke lokasi ketika ditemukan titik api.
"Selain ikhtiar melalui penanganan di lapangan, kita juga melakukan ikhtiar melalui doa bersama. Semoga hujan segera turun dengan intensitas yang cukup sehingga membantu mengatasi kekeringan dan mencegah karhutla meluas," harapnya.
Boni menuturkan, doa bersama juga ditujukan kepada setiap personel yang bertugas melakukan penanganan dan pemadaman karhutla agar senantiasa diberikan keamanan, keselamatan, dan berhasil memadamkan api serta kembali dengan selamat.
Ia menjelaskan, personel yang bertugas di lapangan menghadapi berbagai tantangan penanganan karhutla, terutama ketika kondisi lahan masih kering dan curah hujan belum mencukupi sehingga keselamatan jadi perhatian utama pada pemadaman dan penanganan karhutla.
"Kami berharap, segera turun hujan dengan intensitas mencukupi sehingga lahan menjadi lebih basah, risiko kebakaran dapat ditekan, serta mengurangi kekeringan terutama di wilayah Kecamatan Gambut yang dilanda karhutla," katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla, karena penanganan tidak hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.