Fraksi PKB Kotim dorong peningkatan sarpras pemadaman karhutla

Fraksi PKB Kotim dorong peningkatan sarpras pemadaman karhutla

Fraksi PKB Kotim dorong peningkatan sarpras pemadaman karhutla

Kamis, 13 Agustus 2026 05:08 WIB

Image Print

DPC PKB Kotim melakukan kunjungan ke Posko BPBD Kotim, Sampit, Senin (10/8/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Sampit (ANTARA) - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong pemerintah kabupaten segera memperkuat sarana prasarana pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Saya meminta kekurangan selang yang disampaikan pihak BPBD untuk kebutuhan penanganan karhutla bisa segera diupayakan melalui BTT. Termasuk mesin juga, supaya betul-betul direalisasikan dari BTT agar pemerintah kabupaten cepat merealisasikannya,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kotim Muhammad Abadi di Sampit, Rabu.

Abadi menegaskan, keterbatasan peralatan yang dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus segera ditindaklanjuti, terutama menyangkut kebutuhan selang dan mesin pemadam yang menjadi peralatan utama dalam operasi karhutla.

Menurutnya, pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat menjadi salah satu langkah cepat pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam penanggulangan bencana.

“Hal ini penting mengingat karhutla masih menjadi ancaman serius selama musim kemarau, sementara kondisi lapangan seringkali membutuhkan peralatan dengan kemampuan jangkauan dan kapasitas yang memadai,” tegasnya.

Hal itu dia sampaikan setelah dirinya bersama jajaran DPC PKB Kotim melakukan kunjungan ke Posko BPBD Kotim. Dalam kesempatan tersebut, mereka turut memberikan bantuan berupa minuman dan multivitamin untuk mendukung kondisi fisik para relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Ia menilai perhatian terhadap personel yang bekerja di lapangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan peralatan. Sebab, kemampuan petugas dalam menangani titik api sangat dipengaruhi ketersediaan sarana pendukung.

“Kalau peralatan terbatas, tentu penanganan di lapangan juga bisa terkendala, apalagi kalau titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Baca juga: Parade Harapan perkuat dorongan penerbitan perda disabilitas di Kotim

Selain mesin dan selang pemadam, Abadi juga menyoroti pentingnya ketersediaan sumber air yang memadai di sekitar wilayah rawan kebakaran.

Menurutnya, persoalan sumber air perlu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Untuk itu, dia meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) turut mengambil peran dengan membangun embung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk operasi pemadaman.

“Saya juga meminta Dinas SDABMBKPRKP turun membantu membuat embung untuk kebutuhan sumber air. Ini penting untuk mendukung petugas ketika melakukan pemadaman di lapangan,” ucapnya.

Keberadaan embung dapat membantu petugas ketika harus melakukan pemadaman dalam waktu cukup lama dan berada jauh dari sumber air yang tersedia. Infrastruktur tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi di kawasan yang memiliki potensi karhutla.

Abadi menekankan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan personel. Kesiapan peralatan, ketersediaan air, koordinasi antarinstansi, serta dukungan terhadap relawan harus diperkuat secara bersamaan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan sedini mungkin.

Ia berharap Pemkab Kotim segera mengambil langkah konkret terhadap kebutuhan yang disampaikan BPBD sehingga tidak terjadi keterlambatan ketika kebakaran kembali meluas.

Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.