FIFA investigasi kericuhan di lapangan pascafinal Piala Dunia 2026
Jakarta (ANTARA) - Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) dilaporkan akan melakukan investigasi terhadap kericuhan yang terjadi di lapangan pascafinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7).
FIFA telah menunjuk jaksa disiplin dan etik untuk menyeldiki keributan selepas kemenangan Spanyol atas Argentina tersebut, demikian dilaporkak Reuters, Selasa.
Keributan antarpemain tersebut terjadi setelah gelandang Argentina Leandro Paredes melakukan tindakan kasar terhadap penggawa Spanyol Eric Garcia dan Gavi.
Selanjutnya insiden tersebut memicu perkelahian yang lebih luas antara kedua kelompok pemain sehingga terjadi saling dorong dan harus dipisahkan secara fisik, bahkan pelatih Argentina Lionel Scaloni turun tangan menenangkan pemain-pemainnya.
BREAKING: FIFA are set to investigate the behaviour of Argentina after the final whistle at the World Cup final. ???? pic.twitter.com/Z1soC4thpt
— Sky Sports News (@SkySportsNews) July 20, 2026
Selain Reuters, media asal Inggris Sky Sports, turut melaporkan bahwa FIFA akan melakukan investigasi terhadap insiden yang membuat Paredes mendapatkan kartu merah dari wasit Slavko Vincic selepas peluit tanda bubaran berbunyi.
Pada pertandingan tersebut, Spanyol tampil dominan sejak menit pertama dan berhasil mengurung Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia.
Setelah pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol selama 90 menit, laga harus dilanjutkan ke babak tambahan dan Spanyol mampu mencetak gol kemenangan pada menit 106 melalui gol Ferran Torres.
Spanyol berhasil mempertahankan keunggulan dengan skor 1-0 tersebut hingga akhir pertandingan dan sekaligus La Roja memenangkan gelar kedua Piala Dunia mereka sepanjang sejarah.
Baca juga: Selebrasi kemenangan Spanyol diwarnai penangkapan sejumlah orang
Baca juga: Daftar juara Piala Dunia, Spanyol dapatkan bintang kedua
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.