Bupati Kotim minta OPD percepat usulan anggaran hadapi musim kemarau

Bupati Kotim minta OPD percepat usulan anggaran hadapi musim kemarau

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera menghitung dan mengajukan kebutuhan anggaran yang ANTARA News kalteng 1 ...

Bupati Kotim minta OPD percepat usulan anggaran hadapi musim kemarau

Minggu, 2 Agustus 2026 20:31 WIB

Image Print

Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancarai terkait perkembangan karhutla belum lama ini. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Halikinnor meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera menghitung dan mengajukan kebutuhan anggaran yang benar-benar mendesak untuk menghadapi musim kemarau.

β€œSaya minta kepada masing-masing OPD terkait supaya menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan selama musim kemarau. Mana yang bisa ditanggulangi dengan Belanja Tidak Terduga (BTT) gunakan dulu, kalau memang tidak bisa baru diajukan pada perubahan APBD,” kata Halikinnor di Sampit, Minggu.

Instruksi ini kembali ia tegaskan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Halikinnor menjelaskan, penggunaan dana BTT harus dilakukan secara selektif karena anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar.

Dana tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan operasional penanganan darurat, seperti bahan bakar minyak (BBM), konsumsi petugas, distribusi logistik, hingga perlengkapan yang langsung mendukung penanganan di lapangan, bukan untuk pengadaan alat berskala besar.

Menurutnya, kebutuhan seperti selang pemadam masih dapat dibiayai melalui BTT karena sifatnya mendukung penanganan langsung. Sementara pengadaan peralatan yang bersifat persiapan atau investasi jangka panjang diminta diajukan melalui mekanisme perubahan APBD.

β€œKalau kebutuhan untuk operasional pemadam, seperti BBM, makan dan selang itu boleh pakai BTT, tapi kalau untuk pengadaan persiapan itu ajukan di perubahan nanti,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan setiap OPD agar tidak mengusulkan anggaran di luar kebutuhan prioritas hanya karena tersedia ruang pengajuan.

β€œJangan mumpung dibuka pengajuannya lalu mengajukan macam-macam. Yang diajukan benar-benar kebutuhan untuk menghadapi musim kemarau sehingga penanganan di lapangan tidak terkendala,” tegasnya.

Baca juga: Dinkes Kotim siapkan ruang oksigen antisipasi dampak kabut asap

Selain kesiapan anggaran, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipasi apabila status penanganan karhutla kembali meningkat seiring perkembangan cuaca dan memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September.

Halikinnor secara khusus menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah menyiapkan kemungkinan penerbitan instruksi bupati agar seluruh OPD mengirim personel membantu posko karhutla apabila situasi memburuk.

Namun, pengerahan pegawai akan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing OPD sehingga tidak mengganggu pelayanan publik. Untuk dinas yang memiliki jumlah pegawai besar dapat mengirim lebih banyak personel dibandingkan OPD yang jumlah stafnya terbatas.

Sementara ini, posko siaga karhutla telah diisi personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta instansi terkait lainnya yang bertugas setiap hari memantau perkembangan dan melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran.

β€œKalau nanti kondisi semakin parah, tentu personel akan kita tambah sesuai kebutuhan. Tetapi tetap melihat kemampuan masing-masing OPD supaya pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” lanjutnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah juga telah mendata berbagai armada pendukung milik sejumlah institusi, seperti Kodim, Korem dan Polres, yang sewaktu-waktu dapat dikerahkan untuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan maupun mendukung operasi pemadaman karhutla.

Sinergi lintas instansi menjadi kunci agar dampak musim kemarau dapat ditekan semaksimal mungkin. Meski kebakaran di kawasan hutan yang luas tidak mudah dipadamkan, upaya pencegahan dan respons cepat tetap harus dilakukan agar api tidak meluas.

β€œApabila perkembangan nanti mengharuskan, maka kita juga akan meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanganan di daerah,” demikian Halikinnor.

Baca juga: Temukan celah keamanan siber, pelajar Kotim tembus Hall of Fame Departemen Pendidikan AS

Baca juga: Bupati Kotim ajak warga semarakkan HUT RI dengan pasang bendera

Baca juga: Disdik Kotim kaji penggabungan sekolah minim murid

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.