BRMP Aceh terapkan metode tanam padi modern seluas 314 hektare di Aceh Jaya - ANTARA News Aceh

BRMP Aceh terapkan metode tanam padi modern seluas 314 hektare di Aceh Jaya - ANTARA News Aceh

Calang (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh meluncurkan tanam perdana padi menggunakan metode pertanian modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 314 hektare di Gampong Harapan, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

"Untuk PM-AAS di Aceh Jaya tahap awal seluas  314 hektare itu program pertama. Untuk seluruh Aceh kita targetkan 34.500 hektar program PM AAS ini sampai bulan Desember 2026," kata Kepala BRMP Aceh, Firdaus, di Aceh Jaya, Sabtu.

Firdaus menjelaskan, penerapan metode pertanian modern ini sebagai upaya meningkatkan  produktivitas padi. Jika biasanya enam ton per hektare, dengan sistem ini diharapkan mencapai 10 ton per hektare.

"Kalau sekarang dari lima ton ada keuntungan sekitar Rp35 juta, berarti dengan program PM-AAS ini, kita bisa meningkatkan keuntungan petani menjadi Rp60 sampai Rp70 juta," ujarnya.

Ia menjelaskan, dengan sistem PM-AAS ini, penanaman padinya lebih rapat, sehingga dapat meningkatkan populasi tanaman per hektarenya.

Dirinya berharap, kedepannya seluruh wilayah di Aceh dapat mengikuti program PM-AAS tersebut, apalagi mendapatkan pendampingan dari para penyuluh pertanian di daerah masing-masing.

"Penyuluh-penyuluh kita ini, sesuai target Pak Menteri Pertanian, harus mendampingi 50 hektare per satu orang penyuluh," ujarnya.

Kementan, lanjut Firdaus, terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan teknis di lapangan. Seperti seeder (alat sorong benih padi), disediakan untuk semua penyuluh dan semua desa. 

"Total yang akan disalurkan sekitar 3.045 unit dengan anggaran hampir Rp3 miliar," kata Firdaus.

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya, Safwandi menyambut baik program PM-AAS tersebut, sehingga ke depan produktivitas petani di sana bisa meningkat. 

Dalam kesempatan ini, Safwandi juga mengingatkan agar para petani di Aceh Jaga tidak mengalihfungsikan lahan dari sawah menjadi kebun sawit. 

Pewarta: Arif Hidayat
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.