BPBD Batang evakuasi macan kumbang

BPBD Batang evakuasi macan kumbang

BPBD Batang evakuasi macan kumbang

Rabu, 12 Agustus 2026 21:34 WIB

Image Print

Seekor macan kumbang yang dievakuasi oleh BPBD Batang bersama Polresta Batang karena masuk ke rpmuliman warga di Batang, Rabu (12/8/2026). ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang

Batang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Jawa Tengah bersama kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengevakuasi macan kumbang yang masuk permukiman warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Rabu.

Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah di Batang, Rabu, mengatakan macan kumbang tersebut diketahui salah satu kakinya terluka dan sempat memangsa ternak sebelum masuk ke ruangan rumah warga.

"Untuk proses evakuasi, warga mengurung satwa liar itu di dalam rumah sambil menunggu petugas datang. Satwa tersebut akhirnya dapat dilumpuhkan dengan cara dibius," katanya.

Setelah dibius, macan kumbang kemudian dibawa ke Safari Beach untuk mendapatkan penanganan dan perawatan awal.

Selanjutnya, penanganan satwa tersebut akan dilakukan oleh BKSDA Jawa Tengah sesuai dengan kewenangan dalam menangani satwa liar yang dilindungi.

"Kami belum dapat memastikan apakah macan kumbang tersebut nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya atau mendapat penanganan lain. Itu nanti kewenangannya BKSDA yang menangani satwa liar," katanya.

Ia mengimbau warga agar tidak mendekati atau melakukan tindakan sendiri apabila kembali menemukan satwa liar di sekitar permukiman.

"Kami minta segera melaporkan kepada petugas apabila ada satwa liar membahayakan masuk permukiman agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan sesuai prosedur," katanya.

Kepala Polsek Bawang AKP Slamet Riyanto mengatakan untuk menghindari sesuatu hal, petugas di lapangan mengamankan lokasi dan mengurung macan kumbang yang masuk ke rumah warga dengan menutup seluruh akses pintu rumah.

"Evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan sejumlah pihak mengingat macan kumbang merupakan satwa liar yang dilindungi dan berpotensi membahayakan apabila berinteraksi langsung dengan manusia," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.