Blockchain Kini Tak Hanya untuk Kripto
Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:31 WIB
Sumber :
- freepik.com/freepik
Jakarta, VIVA – Selama ini teknologi blockchain lebih dikenal sebagai fondasi aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Namun, pemanfaatannya kini semakin luas dan mulai menyentuh instrumen investasi konvensional, salah satunya Exchange Traded Fund (ETF) atau reksa dana yang diperdagangkan di bursa.
Baca Juga
Laporan berbagai lembaga riset dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tokenisasi aset (asset tokenization) menjadi salah satu tren yang berkembang di industri keuangan. Konsep ini memungkinkan aset dunia nyata, mulai dari obligasi, saham, hingga ETF, direpresentasikan dalam bentuk token digital yang diperdagangkan melalui jaringan blockchain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu inovasi yang mulai menarik perhatian adalah tokenized ETF. Dikutip dari Pintu Academy, Minggu, 9 Agustus 2026, tokenized ETF merupakan representasi kepemilikan ETF dalam bentuk token digital yang diterbitkan di blockchain. Nilainya mengikuti pergerakan ETF yang menjadi aset dasar, seperti indeks S&P 500 maupun Nasdaq-100.
Baca Juga
Dengan mekanisme tersebut, investor tidak perlu lagi membuka rekening di broker luar negeri untuk mendapatkan eksposur terhadap sejumlah ETF global. Akses investasi dapat dilakukan melalui platform yang menyediakan aset hasil tokenisasi, bahkan dengan nominal yang relatif kecil.
Perkembangan pasar tokenized ETF juga menunjukkan tren yang positif. Hingga Juni 2026, kapitalisasi pasarnya telah mencapai sekitar US$150 juta atau melonjak hampir 400 persen dibandingkan September 2025. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat terhadap teknologi tokenisasi dalam industri investasi.
Baca Juga
Secara umum terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam tokenized ETF. Model pertama adalah synthetic, yaitu token yang hanya mengikuti pergerakan harga ETF menggunakan instrumen derivatif tanpa memiliki aset dasarnya. Sementara model regulated atau native menerbitkan token yang mewakili klaim atas ETF yang benar-benar dimiliki dan disimpan oleh kustodian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keunggulan lain yang ditawarkan teknologi blockchain terletak pada proses penyelesaian transaksi (settlement). Pada perdagangan ETF konvensional, perpindahan kepemilikan biasanya mengikuti mekanisme T+2, sehingga transaksi baru dinyatakan selesai dua hari kerja setelah dilakukan.
Sebaliknya, tokenized ETF memanfaatkan sistem atomic settlement, yakni perpindahan aset dan pembayaran yang berlangsung hampir bersamaan dalam satu transaksi blockchain. Proses ini dinilai mampu mempercepat penyelesaian transaksi sekaligus mengurangi risiko gagal bayar antar-pihak.
Halaman Selanjutnya
Blockchain juga membuka peluang kepemilikan fraksional (fractional ownership). Investor tidak lagi harus membeli satu unit ETF secara utuh, melainkan dapat memiliki sebagian kecil aset sesuai kemampuan modal yang dimiliki.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut
Topik Terkait
Blockchain
Kripto
Bitcoin
Jangan Lewatkan
Masa depan robot humanoid mulai dipertaruhkan setelah AS membatasi robot buatan asing. Kebijakan FCC memicu kekhawatiran soal keamanan nasional, AI, data, dan persaingan.
Temukan 5 laptop terbaik untuk awal karier Anda! Pelajari panduan memilih perangkat yang awet, tahan lama, dan siap mendukung produktivitas kerja hingga bertahun-tahun.
Cari HP bekas berkualitas di tahun 2026? Simak rekomendasi iPhone 13, Samsung S22 Ultra, dan POCO F5 dengan spesifikasi gahar, performa mantap, dan harga yang makin murah
Rumah pintar 2026 makin canggih dengan AI, robotika, dan Air Purifier pintar yang membantu membersihkan rumah, mencuci pakaian, memurnikan udara, serta mengatur perangkat
Rumah pintar 2026 mulai mengandalkan AI dan robotika untuk mengambil alih pekerjaan rumah, dari membersihkan lantai, mencuci pakaian hingga mengatur berbagai perangkat.
Advan V11 resmi meluncur dengan layar 11 inci FHD+, Android 16, Gemini AI, RAM hingga 12GB, dan keyboard docking. Dijual mulai Rp2.499.000 untuk pelajar.
Terpopuler
Memasuki masa tua, kita tentu berharap hidup lebih tenang, keuangan aman, aset bertambah, dan hubungan bersama keluarga tetap harmonis. Beberapa shio dipercaya beruntung
Ratna Sari Dewi pernah menjadi istri Soekarno dan kini menetap di Jepang. Di usia 86 tahun, Dewi Fujin masih aktif dan dekat dengan keluarga. Baca di sini
Cari HP bekas berkualitas di tahun 2026? Simak rekomendasi iPhone 13, Samsung S22 Ultra, dan POCO F5 dengan spesifikasi gahar, performa mantap, dan harga yang makin murah
Setelah menunaikan shalat dan menyempurnakan dzikir, umat Islam sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa memohon keselamatan serta kebaikan di dunia dan akhirat
Dewi Perssik murka setelah unggahan promosi series terbarunya dikaitkan dengan Sarwendah. Ia menegaskan sedang bekerja, bukan membahas kehidupan orang lain.
Selengkapnya
Partner
Rahasia pertama terletak pada bumbu yang benar-benar matang. Bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, jahe dan kunyit—untuk versi kuning—perlu dihaluskan kemudian di
Berdasarkan hasil pemantauan komprehensif, status aktivitas gunung api tersebut ditetapkan bertahan pada Level II (Waspada). Secara visual, puncak Gunung Marapi teramati
Guru Besar Ilmu Hukum, Prof Ade Saptomo menilai, ada kelemahan terkait pengelolaan program studi ilmu hukum di sejumlah perguruan tinggi. PP Ragalindo jadi solusinya
Diciptakan oleh Tiar Ramon dan A. Bakarudin, lagu ini dikenal melalui versi Tiar Ramon dan kemudian dipopulerkan pula oleh Fetty. Di balik irama dan liriknya, lagu terseb
Selengkapnya
Isu Terkini