Bantu Pasien Gaza, Baznas RI Kucurkan Bantuan Rp1,7 Miliar Lewat KHCF Yordania
Bagikan:
JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat komitmen kerja sama kemanusiaan bersama King Hussein Cancer Foundation (KHCF) Yordania. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyediaan layanan kesehatan serta bantuan medis bagi warga Palestina yang terdampak konflik.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menilai KHCF Yordania sebagai mitra yang terpercaya dalam mengelola dan melaporkan bantuan secara akuntabel dan transparan.
"Menurut kaidah fikih al-muhafadhatu 'ala al-qadimi al-shalih wal akhdu bil jadidi al-aslah (memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik), kita akan mempertahankan hubungan baik ini serta meningkatkannya ke tahap yang lebih optimal," ujar Idy dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.
BACA JUGA:
Bantuan Kesehatan Rp1,7 Miliar dan Beasiswa Pendidikan
Idy menjelaskan bahwa kolaborasi tahap ini ditandai dengan komitmen Baznas RI untuk menyalurkan dana kemanusiaan layanan kesehatan Palestina senilai lebih dari Rp1,7 miliar.
Tak hanya bantuan medis darurat, Baznas RI juga menyiapkan program jangka panjang berupa beasiswa pendidikan tinggi bagi mahasiswa Palestina di Indonesia, khususnya di bidang kesehatan.
"Kami menyiapkan pola baru penyaluran bantuan melalui program beasiswa kuliah di Indonesia bagi mahasiswa Palestina. Ini menjadi bagian dari program penyaluran keberlanjutan di sektor kesehatan," kata Idy.
Krisis Donasi Internasional dan Dukungan Pengobatan Pasien Gaza
Langkah kemanusiaan ini mendapat apresiasi penuh dari Direktur KHCF, Madelin Al Salah. Ia mengungkapkan bahwa alokasi dana terbaru senilai lebih dari Rp3,5 miliar diperuntukkan bagi pengobatan pasien kanker asal Gaza yang tengah menjalani perawatan di Yordania pada tahun 2026.
Madelin menegaskan bahwa penguatan kerja sama medis dan logistik ini sangat mendesak menyusul krisis penurunan donasi internasional akibat dinamika konflik di kawasan Teluk.
"Saat ini kami berada dalam kondisi krisis dan menyampaikan seruan darurat untuk pasien-pasien di Yordania. Tanpa dukungan donasi, kami tidak sanggup melanjutkan pengobatan maupun mendatangkan pasien baru dari Gaza," ungkap Madelin.
Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia, Sudqi Al Omoush, turut mengapresiasi kontribusi Baznas RI. Ia mendorong perluasan kerja sama melalui program wakaf berkelanjutan bagi pengungsi Palestina.
Sudqi menyayangkan tingginya alokasi anggaran global yang terserap untuk persenjataan perang, ketimbang dialokasikan bagi misi kemanusiaan.
"Kami mengundang seluruh pihak untuk meningkatkan dukungan nyata demi keberlanjutan kehidupan manusia, bukan untuk membiayai perang," tegas Sudqi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+