Bahlil: Tahap Awal Impor Minyak Rusia Sudah Dimulai Lewat Lemigas
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 21 Juli 2026, 19:19 WIB

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)
AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah telah memulai tahap awal proses impor minyak mentah dari Rusia.
Bahlil mengatakan, proses awal impor tersebut telah dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
"Sudah kita lakukan tahap pertama dilakukan oleh Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan diperintahkan lewat Lemigas karena kedaulatan bangsa nggak boleh diintervensi oleh negara lain,β kata Bahlil selepas agenda Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Tetapkan HBA Periode Kedua Juli 2026, Batu Bara Kategori Tinggi Kembali Naik
Bahlil menuturkan, pemerintah saat ini memiliki kepentingan untuk memastikan stok cadangan BBM nasional tetap aman di tengah dinamika pasar energi global.
Oleh karena itu, pemerintah akan memanfaatkan berbagai sumber pasokan minyak selama tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Bahlil menambahkan, asal negara pemasok minyak bukan menjadi persoalan selama proses pengadaan dilakukan sesuai regulasi.
"Indonesia, pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM berkepentingan untuk menjaga stok cadangan daripada BBM kita. Saya nggak mau pusing mau ambil dari mana yang penting tidak melanggar aturan,β ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Indonesia melalui langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto mengamankan kerja sama strategis dengan Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya melalui pasokan minyak mentah (crude) dan pembangunan infrastruktur energi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan hal tersebut usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026), guna menindaklanjuti hasil kunjungan kerja pemerintah ke Rusia.
Baca Juga: Kementerian ESDM Kaji Usulan Storage BBM di Selayar, Disiapkan Jadi Hub Energi Timur
βAlhamdulillah cukup menggembirakan. Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan mereka juga siap membangun sejumlah infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional,β ujar Bahlil.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari kemitraan jangka panjang di sektor energi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional yang masih bergantung pada impor.
Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik (lifting) baru berada di kisaran 600β610 ribu barel per hari.