Astra Infra tingkatkan layanan tol jelang Natal 2026-Tahun Baru 2027

Astra Infra tingkatkan layanan tol jelang Natal 2026-Tahun Baru 2027
Tujuannya sebetulnya ada tiga, bagaimana supaya pengguna bisa melewati tol kami dalam keadaan aman, nyaman dan lancar

Jakarta (ANTARA) - Kelompok usaha dari PT Astra International Tbk yang bergerak sebagai investor dan operator di bidang infrastruktur, Astra Infra, meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan jalan tol yang dikelolanya menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Group Chief Financial Officer Astra Infra Halim Wahjana mengatakan peningkatan dilakukan seiring proyeksi pertumbuhan lalu lintas pada jaringan tol perusahaan melalui pemeliharaan jalan, penambahan kapasitas, pemantauan aset, serta peningkatan layanan tempat istirahat.

“Tujuannya sebetulnya ada tiga, bagaimana supaya pengguna bisa melewati tol kami dalam keadaan aman, nyaman dan lancar,” kata Halim dalam Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan paparan perusahaan, lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada jaringan tol Astra Infra diproyeksikan mencapai sekitar 548,8 ribu kendaraan pada 2026, dibandingkan 536,9 ribu kendaraan pada 2025.

Secara kumulatif, lalu lintas harian di ruas tol Astra Infra diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 2,8 persen selama periode 2023–2026.

Pada periode Lebaran 2026, lalu lintas harian di jaringan tol Astra Infra juga tercatat 3,3 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang peningkatan konektivitas Tol Lingkar Luar 2 Jakarta (JORR 2) dan kontribusi sejumlah ruas tol yang dikelola perusahaan.

Baca juga: Astra Tol Cipali intensifkan kegiatan edukasi pengelolaan sampah

Baca juga: Astra Agro manfaatkan 8,01 juta Nm3 biogas dari limbah cair sawit

Seiring perkembangan lalu lintas tersebut, Astra Infra melakukan pemeliharaan lapisan permukaan dan struktur jalan pada sejumlah titik KM 110–174 ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

“Kita sedang melakukan pemeliharaan yang cukup masif dalam pengertian untuk memperbaiki kondisi jalan sehingga nanti kemudian hari kondisi jalannya akan baik,” ujar Halim.

Menurut dia, pemeliharaan dilakukan secara preventif maupun prediktif untuk menjaga kondisi jalan dan mengurangi risiko kerusakan, termasuk untuk mendukung pelayanan pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Natal, tahun baru dan Lebaran ke depan.

Selain kualitas jalan, perusahaan meningkatkan kapasitas pada ruas Tol Tangerang-Merak. Dari total panjang 72,5 kilometer (km), sepanjang 51,1 km telah memiliki tiga lajur dan 12,3 km memiliki empat lajur.

Penambahan lajur ketiga pada segmen Cilegon Barat-Cilegon Timur telah rampung pada Oktober 2025.

Pengembangan kapasitas selanjutnya dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan lalu lintas pada ruas tersebut.

Astra Infra juga menerapkan Structural Health Monitoring System (SHMS) untuk memantau sejumlah jembatan khusus di ruas Semarang-Solo dan Jombang-Mojokerto, serta melakukan pemantauan terhadap struktur pendukung lain seperti jalan layang, jalan bawah tanah, dan drainase.

Halim mengatakan peningkatan pelayanan tempat istirahat juga menjadi perhatian karena berhubungan dengan keselamatan pengguna jalan, terutama untuk mengurangi risiko berkendara dalam kondisi lelah.

Menurut dia, pengemudi perlu beristirahat ketika lelah guna mengurangi risiko microsleep, meski kendaraan dalam kondisi prima.

“Tempat istirahat ini bukan hanya sekadar tempat ke toilet, tetapi juga tempat beribadah, tempat istirahat yang tentu ini kami perhatikan. Kadang-kadang pengendara ingin cepat sampai, dia lupa bahwa badannya capek,” ucap dia.

Saat ini Astra Infra mengoperasikan 396 km jalan tol melalui delapan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yang menurut perusahaan setara dengan sekitar 30 persen dari total ruas Tol Trans Jawa.

Delapan ruas tersebut meliputi Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan, Jombang-Mojokerto, Kunciran-Serpong, Kebon Jeruk-Ulujami, Semarang-Solo, Surabaya-Mojokerto, dan Pandaan-Malang.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam penyelenggaraan Nataru 2025-2026 telah berkoordinasi dengan 54 BUJT, Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah dalam pelayanan 76 ruas jalan tol sepanjang sekitar 3.115 km.

Pada periode tersebut, pemerintah bersama BUJT meningkatkan layanan operasional jalan tol, antara lain melalui patroli 24 jam serta peningkatan fasilitas tempat istirahat untuk mendukung kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Baca juga: Astra realisasi belanja modal Rp17 triliun mayoritas ke sektor tambang

Baca juga: Produksi batu bara-penjualan alat berat UNTR turun terdampak izin RKAB

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.