Jelang Jatuh Tempo, Purbaya Bayar Utang Kopdes Merah Putih Pakai Dana Desa

Jelang Jatuh Tempo, Purbaya Bayar Utang Kopdes Merah Putih Pakai Dana Desa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kewajiban utang Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang jatuh tempo pada September 2026 akan dibayar menggunakan anggaran Dana Desa.

Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan skema pembayaran kewajiban Kopdes Merah Putih melalui pos Dana Desa yang memiliki total anggaran Rp240 triliun untuk pembangunan sekitar 80.000 unit koperasi.

Anak-Anak Keracunan MBG Jadi Sorotan Media Internasional

Anak-Anak Keracunan MBG Jadi Sorotan Media Internasional

Warta Ekonomi, Jakarta -

Anak-anak Indonesia mendapat sorotan dari media internasional, seperti yang dilaporkan oleh media Reuters yang menyebut bahwa sudah lebih dari 1.700 anak di Indonesia mengalami keracunan makanan dalam seminggu terakhir setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Ini Penjelasan Kemensos Soal Perubahan Desil DTSEN |Republika Online

Ini Penjelasan Kemensos Soal Perubahan Desil DTSEN |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) menyebut perubahan desil yang sempat terjadi secara signifikan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3 telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Perubahan tersebut salah satunya dipengaruhi masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN.

Jatuh Cinta dengan Chef, Mantan Pramugari SQ Kini Jualan Teppanyaki

Jatuh Cinta dengan Chef, Mantan Pramugari SQ Kini Jualan Teppanyaki

Jakarta -

Mantan pramugari Singapore Airlines, Cherry Tan, kini menjalankan bisnis hawker bersama suaminya. Menjajakan teppanyaki, kisahnya berawal dari jatuh cinta.

Banyak cerita menarik di balik makanan yang dijajakan di sebuah kedai. Tak sedikit pula usaha kuliner lahir dari perjalanan hidup yang tak pernah direncanakan sebelumnya.

'Perang' Baru Meletus, China Tak Ragu Bekukan Aset Rp 5,6 Triliun

'Perang' Baru Meletus, China Tak Ragu Bekukan Aset Rp 5,6 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan China resmi membekukan aset milik produsen semikonduktor asal Belanda, Nexperia, beserta anak usahanya dengan nilai mencapai 2,14 miliar yuan atau setara dengan Rp 5,6 triliun. Langkah hukum ini ditempuh atas perkara yang diajukan oleh pemilik Nexperia di China, yakni Wingtech Technology.