WWF-Indonesia Apresiasi Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature

WWF-Indonesia Apresiasi Upaya Restorasi dan Konservasi EIGER Nature

Jakarta -

Menjelang pembukaan untuk publik, EIGER Nature menerima kunjungan 22 perwakilan WWF-Indonesia dan jejaring WWF Global dalam rangkaian pertemuan Friends of Indonesia. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perjalanan dan pendekatan EIGER Nature dalam mengembangkan sebuah inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Para perwakilan WWF-Indonesia dan WWF Global diajak melihat langsung kawasan sekaligus memahami cerita di balik pengembangan EIGER Nature melalui guided site tour. Tur tersebut mencakup perjalanan ke restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 hingga upaya konservasi di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Bagi WWF, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pendekatan yang tengah dikembangkan EIGER Nature dalam mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi dengan manfaat bagi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal menarik dari EIGER Nature adalah bagaimana sektor swasta bisa berusaha sambil ikut mengambil peran dalam menjaga alam, sambil tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Model seperti ini yang dibangun bersama pemerintah, masyarakat lokal, dan organisasi konservasi memiliki potensi yang sangat besar, termasuk juga untuk mendukung pembiayaan konservasi, khususnya di kawasan taman nasional," ujar CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Aditya juga mengatakan upaya tersebut sejalan dengan inisiatif untuk mencari sumber pembiayaan baru yang dapat mendukung keberlanjutan kawasan konservasi di Indonesia.

"Ini juga sejalan dengan yang sedang dikerjakan oleh satuan tugas inovasi pembiayaan Taman Nasional dan Spesies Ikonik untuk mencari sumber pembiayaan baru dan berkelanjutan bagi kawasan konservasi Indonesia," ujarnya.

Bagi EIGER Nature, kunjungan ini memiliki arti khusus karena berlangsung saat destinasi memasuki tahap akhir persiapan menuju pembukaan publik, termasuk penyempurnaan fasilitas dan pengalaman pengunjung. Kunjungan ini menjadi ruang terbuka untuk berdialog, bertukar perspektif, serta mendapatkan masukan untuk pengembangan EIGER Nature ke depan.

"Kami melihat EIGER Nature sebagai sebuah perjalanan yang baru saja dimulai. Karena itu, di fase awal ini kami ingin membuka diri untuk belajar, mendengar, dan bertumbuh bersama. Kami percaya bahwa menghadirkan inisiatif yang benar-benar memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat membutuhkan kolaborasi dan perspektif dari banyak pihak," ujar Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya.

EIGER Nature dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan EIGER selama hampir empat dekade yang tumbuh dari kecintaan terhadap alam dan petualangan. Melalui EIGER Nature, semangat tersebut diwujudkan dalam sebuah ruang yang menggabungkan pengalaman bermakna dengan upaya memberikan kontribusi positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.

Dalam pengembangannya, EIGER Nature juga berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk mendukung konservasi, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan kawasan secara bertanggung jawab.

Pertukaran perspektif tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara EIGER Nature, WWF-Indonesia, dan jejaring WWF Global, khususnya dalam bidang konservasi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami ingin EIGER Nature menjadi tempat di mana setiap orang yang berkunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru tentang alam. Karena bagi kami, petualangan yang bermakna adalah petualangan yang meninggalkan sesuatu yang baik, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi alam dan masyarakat di sekitarnya," pungkas Imanuel Wirajaya.

(ega/ega)