Tempel Lukisan Dekat Mona Lisa, 2 Turis Jerman Ditangkap

Tempel Lukisan Dekat Mona Lisa, 2 Turis Jerman Ditangkap

Jakarta -

Dua warga Jerman ditangkap polisi setelah menempelkan dua lukisan di dinding Museum Louvre, Paris. Aksi itu dilakukan di aula yang menjadi lokasi dipamerkannya lukisan terkenal Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.

Kepolisian menyatakan kedua pria tersebut menggunakan selotip untuk menempelkan dua lukisan berukuran sekitar 30 x 40 cm. Keduanya menaruh lukisan di dinding aula yang setiap harinya dipadati pengunjung untuk melihat Mona Lisa.

Salah satu lukisan memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian zirah atau baju besi. Sementara lukisan lainnya menampilkan potret kedua pria tersebut bersama seorang perempuan, seperti yang dikutip dari AFP, Minggu (20/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas keamanan Museum Louvre kemudian mengamankan keduanya dan menghubungi polisi. Mereka ditangkap atas dugaan melakukan kerusakan ringan pada dinding museum.

Saat diperiksa, kedua pria itu mengatakan aksi tersebut dilakukan hanya untuk bersenang-senang. Polisi mengatakan kedua pria tersebut akan dipanggil untuk menjalani persidangan setelah pihak Museum Louvre mengajukan laporan resmi terkait kerusakan yang ditimbulkan.

Sementara itu, lukisan Mona Lisa yang kini dilindungi lapisan kaca tebal tidak mengalami kerusakan dalam kejadian tersebut.

Insiden itu terjadi ketika museum-museum dan galeri di Prancis tengah mendapat perhatian lebih terkait keamanan. Sejumlah kasus pencurian dalam beberapa waktu terakhir menyoroti lemahnya sistem pengamanan di sejumlah institusi seni dan memunculkan kekhawatiran bahwa museum dapat menjadi sasaran empuk kelompok kriminal.

Museum Louvre sendiri pernah menjadi sasaran pencurian pada Oktober tahun lalu. Dalam aksi yang dilakukan pada siang hari itu, delapan perhiasan bernilai jutaan dolar dicuri dari museum.

Empat tersangka telah ditangkap terkait pencurian tersebut. Namun, barang-barang berharga yang hilang hingga kini belum ditemukan meski penyidik Prancis telah melakukan pencarian secara ekstensif.

Kasus pencurian itu mengejutkan dunia sekaligus mempermalukan Prancis. Investigasi kemudian mengungkap sejumlah celah keamanan di Museum Louvre, termasuk sistem kamera pengawas (CCTV) yang dinilai sudah ketinggalan zaman.

Celah keamanan tersebut sebenarnya telah disoroti dalam audit yang dilakukan atas permintaan museum pada 2019, tetapi sejumlah rekomendasi dalam audit itu tidak ditindaklanjuti.

Museum Louvre juga menghadapi persoalan lain akibat jumlah pengunjung yang sangat tinggi. Museum tersebut menerima sekitar 9 juta pengunjung pada tahun lalu, jauh melampaui kapasitas yang dirancang.

Kondisi itu memicu masalah kepadatan sehingga pada Mei lalu Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana perombakan besar-besaran Museum Louvre, termasuk pembangunan ruang khusus baru untuk Mona Lisa dan pintu masuk museum yang baru.

(upd/fem)