WhatsApp buat fitur verifikasi dua langkahnya "naik kelas"
Jakarta (ANTARA) - Platform pesan instan, WhatsApp, membuat peningkatan pada fitur verifikasi dua langkah (two-factor authentication/2FA) di layanannya menjadi lebih kuat dan naik kelas.
Kini pengguna memiliki opsi untuk mengatur kata sandi yang lebih kuat tidak hanya terdiri atas enam angka tapi juga barisan huruf sehingga memberikan lapisan keamanan yang lebih kuat.
Dalam laporan Engadget, Selasa, langkah tersebut terbilang peningkatan signifikan dari sistem yang telah ada sejak 2017 yaitu berupa PIN enam angka.
Baca juga: WhatsApp bakal perangi "scammers" dengan fitur pengingat berbasis AI
Sekarang pengguna WhatsApp bisa mengatur 2FA miliknya dengan kata sandi setidaknya mencakup delapan karakter, termasuk satu angka dan satu huruf. Karakter khusus juga dapat digunakan.
Saat ini fitur kata sandi untuk 2FA di WhatsApp bersifat opsional dan pengguna bisa memilih untuk mempertahankan PIN enam angka atau kata sandi yang baru.
Kata sandi 2FA ini direkomendasikan oleh WhatsApp agar bisa diterapkan untuk pengguna yang sebelumnya hanya menggunakan PIN sederhana dan mudah tertebak seperti "123456". Dengan demikian akun WhatsApp mereka bisa lebih aman dari insiden sabotase akun.
Baca juga: WhatsApp hadirkan agen AI untuk bantu bisnis layani pelanggan 24 jam
Jika pengguna menggunakan satu akun di beberapa perangkat, WhatsApp juga memudahkan pengguna untuk mengelola kata sandi 2FA-nya.
Pengguna yang menggunakan WhatsApp di Android dan iOS disebut dapat menggunakan beberapa kata sandi yang berbeda pada akun yang sama.
Penambahan kata sandi dan pengaturannya dapat ditemukan dengan membuka opsi "Akun" lalu pilih "Kata Sandi".
Baca juga: WhatsApp hadirkan tiga pembaruan di layanan chat grup
Selain memperkuat 2FA, WhatsApp juga menambahkan peningkatan untuk mempermudah pengguna mengenali sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal dan membedakannya antara panggilan spam atau nomor baru yang memang tidak disimpan di kontak pengguna.
Kini WhatsApp menambahkan informasi kontekstual ke layanan panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenal.
Maksudnya adalah setiap panggilan masuk akan menunjukkan akun yang menghubungi pengguna itu berasal dari negara mana atau apakah pengguna terhubung dengan akun terkait di grup yang sama. Meta menyebut fitur untuk mengidentifikasi panggilan tak dikenal ini baru tersedia di Android.
Baca juga: WhatsApp Web hadirkan fitur panggilan suara dan video
Baca juga: WhatsApp uji coba indikator titik hiijau untuk kontak "online" di iOS
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.