Wamenko Pangan dorong ULM jadi kampus percontohan kelola sampah

Wamenko Pangan dorong ULM jadi kampus percontohan kelola sampah
Persoalan sampah nasional masih menghadapi tiga tantangan utama yang perlu ditangani secara terpadu

Banjarmasin (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan, menjadi kampus percontohan yang mampu mengelola sampah secara mandiri hingga 100 persen melalui penguatan sistem, edukasi, penelitian, dan perubahan budaya.

Hanif mengatakan, penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah karena persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, dan media untuk membangun sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

“Penanganan sampah tidak mungkin bisa maksimal dan optimal bilamana tidak dilakukan secara bersama-sama secara pentahelix, khususnya media,” ujar dia saat menghadiri rangkaian kegiatan World Cleanup Day 2026 di ULM, Banjarmasin, Selasa.

Rangkaian kegiatan World Cleanup Day, kata dia, menjadi momentum untuk membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari hulu, sehingga penanganan tidak berhenti pada kegiatan membersihkan sampah yang terlihat, tetapi menyentuh perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah.

Baca juga: Sucofindo dorong solusi sampah jadi energi secara berkelanjutan

“Persoalan sampah nasional masih menghadapi tiga tantangan utama yang perlu ditangani secara terpadu, meliputi tata kelola, sistem pengolahan sampah, serta komunikasi, edukasi, dan informasi kepada masyarakat untuk membangun kesadaran pengelolaan sampah,” katanya.

Wamenko Hanif berharap ULM mengambil peran strategis melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengarahkan berbagai kegiatan kemahasiswaan, termasuk kuliah kerja nyata tematik, untuk memperkuat edukasi sekaligus praktik pengelolaan sampah di lingkungan kampus dan masyarakat.

Menurut dia, ULM memiliki peluang menjadi salah satu perguruan tinggi pertama yang mampu menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri hingga 100 persen apabila didukung kepemimpinan yang kuat dan sistem yang disusun secara terencana, terukur, serta diterapkan secara konsisten di seluruh lingkungan kampus.

“Dengan leader yang cukup kuat, kemudian dibangun sistematis yang sangat mumpuni, saya yakin dan percaya ULM dalam waktu yang tidak terlalu lama mampu membangun menjadi universitas yang berhasil mengelola sampah mandiri 100 persen,” ujarnya.

Baca juga: Wamenko Pangan luncurkan kampanye merdeka dari sampah di ULM

Hanif juga menyoroti karakteristik Kota Banjarmasin yang memiliki banyak wilayah sungai sehingga pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan yang lebih serius dan terintegrasi untuk mencegah sampah masuk ke badan air serta memastikan sistem penanganan berjalan dari sumber hingga tahap akhir.

Ia berharap keberhasilan penanganan sampah di Banjarmasin dapat menjadi barometer bagi daerah lain di Kalimantan Selatan dan regional Kalimantan, karena penyelesaian persoalan sampah di kota tersebut dinilai dapat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang serius dan terpadu dapat diterapkan di wilayah dengan karakteristik serupa.

“Kalau sampah di Banjarmasin bisa ditangani serius, saya harap akan menjadi contoh bagi yang lain. Kalau Kota Banjarmasin bisa, mestinya yang lain juga bisa,” ujar Wamenko Hanif.

Baca juga: 80,4 ton sampah sisa rangkaian Upacara HUT RI sudah ditangani

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.