Wamenbud Giring dan istri ungkap batik yang jadi favorit
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan bahwa ia menyukai batik sogan bermotif parang, sedangkan sang istri Cynthia menggemari batik prada yang mereka kenakan dalam berbagai kesempatan.
“Saya memang lebih suka batik itu yang sogan, yang benar-benar senatural mungkin,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Sementara soal motif, Giring menyukai pola batik parang yang besar-besar, ia kerap mengenakannya saat acara-acara yang bernuansa santai atau kasual.
Baca juga: Tips padukan batik agar tak terlihat terlalu formal
"Ini salah satu batik favorit saya,” ujarnya seraya menunjukkan batik yang ia kenakan.
Tak hanya itu, batik tiga negeri khas Lasem serta batik nitik khas Yogyakarta juga menjadi batik andalannya.
Melihat perkembangan masa kini, Wamen Giring mengakui bahwa ia turut bangga akan kekayaan wastra nusantara yang mulai digemari anak muda serta seniman batik juga mulai berkembang bahkan menjadi street wear.
Baca juga: Yura Yunita bagikan ragam gaya berkain di Hari Batik 2026
“Banyak seniman-seniman batik, brand-brand batik yang mulai kontemporer,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, sang istri yakni Cynthia yang turut mendampinginya mengenakan setelah blazer serta rok batik prada.
Ia juga menyukai batik sekar jagad yang bermotif floral.
Baca juga: Peringatan Hari Batik Nasional, Kowani gelar Golden Memory – Batik
Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi pada 2009.
UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan yang diakui dan dimasukkan dalam Daftar Representatif sebanyak 76 mata budaya.
Masuknya Batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional, PNM terus perkuat warisan batik Nusantara
Baca juga: Denisha dan Bintang Agara padu-padankan batik jadi pakaian sehari-hari
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.