Wamendikdasmen mengajak mahasiswa kuliah untuk melatih diri

Wamendikdasmen mengajak mahasiswa kuliah untuk melatih diri

Cianjur (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar Menegah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk melatih diri, memperkuat soft skills, dan membangun mentalitas sebagai pencipta lapangan kerja.

“Adik-adik harus betul-betul melatih diri. Mindset-nya jangan hanya besok saya akan bekerja apa, tetapi lapangan kerja apa yang bisa saya buka,” katanya di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan saat mendampingi Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Afriansyah Noor yang memberikan kuliah umum tentang pengembangan kompetensi menghadapi transformasi dunia kerja di Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Kegiatan tersebut membawa semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas serta menyiapkan generasi muda yang kompeten dan produktif.

Fajar yang juga bagian dari Badan Pembina Harian (BPH) UMMI dan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah mengatakan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam perjalanan pengabdiannya.

“Muhammadiyah adalah ruang aktivisme saya dan Kemendikdasmen adalah ruang pengabdian saya. Saya juga alumni perguruan tinggi Muhammadiyah seperti adik-adik,” ungkapnya.

Fajar mengapresiasi kehadiran Wamenaker di UMMI, di mana pesan pendidikan dan ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut bertemu pada satu tujuan menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan produktif.

Baca juga: Wamendikdasmen: Korps Kadet wadah penguatan karakter-bela negara murid

“Kehadiran kami di UMMI merupakan bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan visi Presiden Prabowo dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Pendidikan harus membekali generasi muda siap menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus mampu menciptakan peluang di masa depan,” katanya.

Sedangkan dalam kuliah umum bertema Strategi Pengembangan Kompetensi di Era Disrupsi Menghadapi Transformasi Dunia Kerja, Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah menekankan bahwa kampus harus menjadi ekosistem pembelajaran sepanjang hayat.

"Mahasiswa harus berani mencoba, belajar dari kegagalan, dan terus beradaptasi, kompetensi bukan hanya dari buku, tetapi dari pengalaman. Teori harus bertemu dengan praktik karena pemagangan dan sertifikasi menjadi penting,” katanya.

Dalam paparannya, Afriansyah menyampaikan data BPS Februari 2026 yang mencatat angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,68 persen.

Menurut dia, kampus tidak dapat berjalan sendiri, sehingga kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri perlu diperkuat agar kompetensi mahasiswa semakin sesuai dengan perubahan dunia kerja.

“Dunia berubah, maka kita harus cepat belajar jangan pulang hanya membawa catatan, tetapi membawa komitmen untuk terus mengejar kompetensi,” katanya.

Kuliah umum diakhiri dengan tanya jawab seputar pengangguran, proses rekrutmen, hingga kesiapan menghadapi kecerdasan artifisial (AI). Menjawab pertanyaan mahasiswa, Afriansyah menekankan pentingnya terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat soft skills.

Baca juga: Wamendikdasmen tanamkan semangat kepemimpinan siswa Papua

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.