Wali Kota Eri minta birokrasi berani tegakkan aturan - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta supaya birokrasi berani menegakkan aturan dan juga berani turun langsung ke lapangan demikian dikatakan di sela melantik dan mengambil sumpah jabatan 85 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan pemerintah kota setempat.
"Ketika saya mengangkat orang-orang baru, maka memastikan mereka berani untuk berbuat kebaikan dengan menjalankan aturan yang sudah kita buat. Maka jangan pernah takut," katanya.
Ia mengatakan, para pejabat yang baru dilantik diminta tidak hanya berkutat pada urusan administratif, tetapi berani turun ke lapangan dan menjalankan aturan secara tegas serta hadir menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menekankan, keberanian menjalankan aturan diperlukan agar birokrasi tidak ragu mengambil tindakan ketika menemukan pelanggaran seperti persoalan penjualan minuman keras secara eceran.
Menurutnya, jika aktivitas tersebut memang telah dilarang dalam aturan, pejabat di lapangan tidak perlu terus memberikan peringatan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau miras itu ada jual secara eceran, ya sudah tutup. Jangan lagi diperingatkan, enggak ada peringatan itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peringatan diperlukan apabila masih terdapat kekurangan dalam aturan yang menjadi dasar penindakan. Dalam kondisi tersebut, pemerintah dapat melakukan penyempurnaan regulasi.
"Peringatan itu ketika ada aturan, ternyata di aturannya itu ada yang kurang. Itu baru diperingatkan, melengkapi aturan. Tapi ketika sudah dilarang maka ditutup," katanya.
Ia meminta pejabat yang bertugas sebagai pengampu wilayah hingga tingkat balai RW mengubah pola pelaporan kepada Pemkot Surabaya serta tidak ingin laporan birokrasi hanya berisi urusan perizinan dan kegiatan administratif.
Menurutnya, pejabat harus mampu menunjukkan perkembangan persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing.
“Permasalahan di RW itu apa? Stuntingnya ada berapa, turun menjadi berapa? Penganggurannya berapa, turun menjadi berapa? Itu yang dilaporkan,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya Ira Tursilowati mengatakan sebanyak 85 pejabat mengikuti rotasi, mutasi, dan promosi. Rinciannya, 48 pejabat mendapat promosi, sedangkan 37 lainnya menjalani rotasi dan mutasi.
“Ada yang bergeser antarjabatan, misalnya dari kelurahan ke kecamatan atau menjadi Kasi di kecamatan. Ada juga sekretaris kecamatan yang bergeser ke posisi lain. Ini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi yang masih kosong,” kata Ira.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.