Uang Tabungan Ratusan Juta Melayang Ditipu Teman, Tantri Kotak: Cara Allah Bersihkan Harta
Baca Juga: Bikin Bingung dan Tak Percaya, Tantri Kotak Ungkap Alasan Baru Bongkar Penipuan Sahabat
Akibat kejadian tersebut, dana simpanan yang ia persiapkan untuk masa depan harus melayang. Kerugian yang ditanggung pelantun tembang Pelan-Pelan Saja ini pun tak main-main, nilainya menembus angka ratusan juta rupiah.
"Kerugiannya tiga digit lah (ratusan juta). Itu salah satu tabungan," ungkap Tantri saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Diakui Tantri, saat awal mengetahui uangnya raib, mentalnya sempat drop. Ia tidak menyangka niat baik dan kehati-hatiannya dalam menjaga hubungan pertemanan serta finansial justru dibalas dengan pengkhianatan.
Namun, berkat penguatan dari sang suami, Arda Naff, serta bimbingan para guru spiritualnya, Tantri perlahan mulai menata kembali sisa-sisa kesabarannya. Ia mencoba memetik pelajaran berharga dari cobaan berat tersebut.
"Awalnya iya (sedih), tapi akhirnya saya mencoba untuk mengambil hikmahnya. Saya cuma nyari-nyari, oh mungkin ini salah satu hal yang memang Allah mudahkan saya untuk bisa membersihkan harta," tuturnya dengan nada tegar.
Dukungan sang suami diakui Tantri menjadi benteng pertahanan terbaiknya dalam melewati masa-masa sulit ini.
"Suami saya adalah psikolog saya. Kalau urusan manusiawinya, insya Allah saya sudah ikhlas," tambahnya.
Baca Juga: Tantri Kotak Jatuh dari Panggung Setinggi 2 Meter Saat Konser: Akan Selalu Terkenang…
Meski secara personal sudah memaafkan dan mengikhlaskan uang tabungannya, Tantri tak lantas tinggal diam. Dirinya mantap melaporkan oknum P ke pihak kepolisian agar diproses secara hukum yang berlaku.
Langkah ini dia ambil bukan semata-mata didasari rasa dendam atau sekadar mengincar uangnya kembali.
Tantri terkejut saat mengetahui fakta bahwa P ternyata sudah melancarkan aksi penipuan tersebut sejak tahun 2017 dan telah memakan banyak korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
"Saya enggak kepengen korbannya makin banyak. Ternyata yang laporan ke saya itu, sejak 2017 mereka sudah menjadi korban tapi tidak dilanjutkan ke hukum. Mereka minta tolong saya untuk up lagi karena khawatir ke depannya dia (pelaku) melakukan hal yang sama," jelas Tantri.
Keberadaan pelaku sendiri kini tengah dalam penanganan dan penelusuran pihak berwajib usai sempat buron dan menghilang.
Pengalaman pahit ditipu orang terdekat menjadi penanda keras bagi Tantri untuk tidak lagi mudah menaruh rasa percaya.
Sifat "tidak enakan" yang selama ini melekat pada dirinya kini mulai ia kikis agar tak kembali dimanfaatkan oleh pihak-pihak berniat jahat.
"Saya belajar banyak tentang cara memilih teman. Belajar untuk tidak mudah percaya sama orang. Sekarang screening-nya akan lebih berlapis-lapis lagi," pungkasnya.