Turis Merosot, Dubai Tawarkan Intensif Senilai Rp 14 Juta
Dubai -
Pemerintah Dubai menawarkan insentif menarik bagi warga lokal yang berhasil mengajak keluarga atau teman berlibur ke sana. Jumlahnya tak sedikit, sekitar Rp 14 jutaan.
Langkah ini diambil setelah jumlah turis merosot imbas konflik AS-Israel melawan Iran, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (30/7/2026).
Program bernama Dubai Invite ini diusung oleh Departemen Ekonomi dan Pariwisata setempat. Warga Uni Emirat Arab (UEA) cukup mendaftarkan kerabat atau sahabat mereka. Jika tamu tersebut datang berkunjung, warga yang mengajak berhak mengantongi imbalan bernilai lebih dari 3.000 Dirham UEA (Rp 14,6 jutaan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui situs resminya, Visit Dubai menjelaskan bahwa warga akan mendapatkan beragam paket keuntungan. Hadiah tersebut mencakup voucher menginap di hotel, promo tempat makan, hingga tiket gratis ke berbagai atraksi populer.
Ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan untuk mengikuti program ini. Setiap warga bisa mengklaim maksimal tiga paket imbalan untuk kedatangan turis sebelum 31 Oktober. Meski begitu, bonus hadiahnya masih bisa digunakan sampai bulan Desember.
Syarat bagi pengunjung juga cukup sederhana. Mereka tidak boleh berstatus warga negara UEA dan harus masuk menggunakan visa turis yang sah. Selain itu, setiap wisatawan hanya boleh didaftarkan oleh satu orang sponsor.
Inisiatif ini hadir di tengah krisis pariwisata yang cukup parah di UEA. Angka kedatangan penumpang internasional merosot tajam sejak negara-negara Teluk terseret ke dalam pusaran konflik regional.
Kondisi sempat memanas pada Februari lalu akibat serangan balasan berupa rudal dan drone dari Iran. Serangan tersebut menghantam Hotel Fairmont yang ikonik serta Bandara Internasional Dubai. Kejadian ini merusak citra Dubai yang selama ini dikenal sebagai tempat liburan mewah dan aman bagi para jutawan dunia.
Padahal, Dubai sempat mencatatkan rekor fantastis pada tahun 2025 dengan menggaet hampir 20 juta wisatawan. Namun, konflik bersenjata mengubah keadaan secara drastis. Jumlah maskapai yang beroperasi di Bandara Dubai berkurang hingga separuhnya. Banyak penerbangan terpaksa balik arah demi menghindari bahaya di ruang udara Timur Tengah.
Dampak domino pun tak terhindarkan bagi bisnis lokal. Laporan di lapangan menunjukkan angka kekosongan kamar hotel melonjak drastis. Banyak pelaku usaha yang merugi hingga lebih dari 50% dari pendapatan normal mereka.
Beberapa hotel mewah bahkan memilih tutup operasional secara total. Banyak manajemen hotel memanfaatkan momen sepi ini untuk mempercepat agenda renovasi gedung. Salah satunya adalah hotel megah berbentuk layar kapal, Burj Al Arab, yang bakal tutup selama 18 bulan demi pemugaran skala besar.
Para pelaku industri pariwisata tak tinggal diam dan ikut meramaikan skema baru dari pemerintah ini. Banyak hotel dan tempat usaha menawarkan diskon menggiurkan hingga 45%, bahkan memberikan fasilitas menginap gratis.
Strategi ini rupanya disambut sangat antusias oleh publik. Media lokal melaporkan bahwa hanya dalam waktu 48 jam pertama sejak diluncurkan, program pendaftaran ini sudah mengantongi lebih dari 10.000 permohonan.
(bnl/bnl)