Teror Monyet di Inhil Riau: Ada 18 Korban, Sekolah Terapkan PJJ
Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berkali-kali di Kelurahan Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Riau membuat waswas warga.
Mengutip dari detikSumut, setidaknya--dalam dua pekan ini--sudah ada 18 warga diserang hewan mamalia tersebut. Bahkan, sejumlah sekolah di Inhil terpaksa memberlakukan kegiatan belajar mengajar secara daring atau PJJ sebagai langkah antisipasi ada serangan monyet ekor panjang susulan.
"Sekolah di sekitar lokasi memang sempat daring sejak Senin kemarin, hari ini masih," ungkap Kepala Damkar dan Penyelamatan Inhil, Junaidi Ismail, Jumat (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Junaidi mengatakan ada 9 sekolah jenjang TK, SD dan SMP belajar daring. Khususnya sekolah yang berada di sekitar lokasi Parit 13 dan 14 Kelurahan Tembilah Hilir.
"Hari ini masih daring karena kita lagi lihat kondisi pasca satu ekor monyet kemarin ketangkap. Ada 9 sekolah mulai dari tingkat TK, SD dan SMP libur di sekitar Parit 13 dan 14 saja di Kelurahan Tembilahan Hilir," kata Junaidi.
Pilihan Redaksi
- BMKG: Ratusan Wilayah Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari 2 Bulan
- Polresta: Bripda RF Diduga Rencanakan Pembunuhan Lansia Deli Serdang
- Kematian Eks Istri Polisi Medan, Dokter Jelaskan Asal-usul Luka Lebam
Dia menerangkan proses pemantauan tetap dilakukan aparat terkait, karena saat ini masih ada banyak monyet ekor panjang berkeliaran. Pemantauan dilakukan tim di lokasi-lokasi yang sempat terjadi serangan bertubi-tubi.
Teror serangan intens monyet ekor panjang di Tembilahan, Inhil itu diketahui terjadi sejak 23 Juli lalu. Total ada 19 kali serangan dengan jumlah korban 18 orang. Korban serangan mulai dari anak-anak usia 6 tahun hingga orang dewasa. Mereka jadi korban serangan saat sedang bermain dan tidur di rumah.
"Serangan pertama itu terjadi pada 23 Juli lalu. Sejak saat itu warga mulai resah saat melihat monyet ekor panjang ini," kata Junaidi, Kamis (6/8), dikutip dari detikSumut.
Junaidi memastikan seluruh korban telah ditangani petugas kesehatan. Biaya seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mulai dari vaksin hingga pemantauan berkelanjutan.
Pascaserangan bertubi-tubi tim gabungan dari TNI, Polri, Disdamkarmat, BBKSDA Riau hingga tim lain langsung turun ke lokasi. Tepat pada Kamis (6/8) siang, seekor monyet berhasil masuk perangkap.
Untuk identifikasi prilaku dan serangan, monyet langsung dibawa ke Pekanbaru. Proses pemantauan dilakukan untuk melihat apakah konyet tersebut yang telah melakukan serangan kepada warga Kota Seribu Parit.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)
[Gambas:Video CNN]