Asuransi penting sebagai instrumen pengelolaan risiko-perlindungan
Asuransi penting sebagai instrumen pengelolaan risiko-perlindungan
Senin, 21 September 2026 16:03 WIB
Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah Rusmiadi menghadiri peringatan Hari Asuransi Nasional di Palu. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
Palu, Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengatakan asuransi penting sebagai instrumen pengelolaan risiko dan bentuk perlindungan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan di masa depan.
"Asuransi bisa menjadi penghilang kekhawatiran terhadap risiko," kata Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Rusmiadi di Palu, Sulteng, Senin.
Ia mengatakan peribahasa "sedia payung sebelum hujan" sesuai untuk menggambarkan pentingnya mempersiapkan perlindungan sebelum risiko terjadi.
Hari Asuransi Nasional, lanjutnya, menjadi momentum untuk meningkatkan literasi asuransi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan dan pengelolaan risiko dalam kehidupan.
Menurut dia, perlindungan tidak semestinya baru dipikirkan ketika risiko telah terjadi. Kesadaran untuk mempersiapkan proteksi sejak dini menjadi salah satu langkah dalam menghadapi ketidakpastian di masa depan.
"Mari kita bangun kesadaran bahwa perlindungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi untuk menghadapi masa depan," ujarnya.
Melalui momentum Hari Asuransi Nasional, ia berharap industri asuransi terus berkembang menjadi sektor yang terpercaya dan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
"Semoga industri asuransi semakin terpercaya, inklusif, dan memberikan manfaat yang luas," katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Palu Ibnu Rama Hiddan All Edden mengatakan perubahan pandangan masyarakat terhadap asuransi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab oleh industri melalui edukasi dan peningkatan literasi.
Menurut dia, asuransi semestinya tidak lagi dipandang sebagai produk sekunder apabila masyarakat memahami manfaatnya sebagai salah satu instrumen perlindungan terhadap risiko.
Ia berharap peringatan Hari Asuransi Nasional dapat menjadi ruang kolaboratif bagi industri asuransi dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.
"Semoga dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan engagement (keterlibatan) pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah," harapnya.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan secara simbolis santunan klaim asuransi kebakaran dengan objek pertanggungan berupa bangunan rumah tinggal.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026