Tak harus mahal, siasat penuhi kebutuhan protein anak
Tak harus mahal, siasat penuhi kebutuhan protein anak
Rabu, 26 Agustus 2026 19:52 WIB
Kepala Lembaga Demografi sekaligus dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) I Dewa Gede Karma Wisana dan Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani, S.Gz., M.Sc dalam acara media forum bertema “Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal” di Costess by Marquee, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).(ANTARA/Vina Ashari)
Jakarta (ANTARA) - .Memenuhi kebutuhan protein anak tidak selalu harus dengan bahan pangan yang mahal, keluarga dapat memanfaatkan beragam sumber pangan yang mudah diperoleh dan menyesuaikannya dengan kemampuan ekonomi rumah tangga.
Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani, S.Gz., M.Sc mengatakan pemenuhan protein merupakan bagian penting dari penerapan gizi seimbang bagi anak. Menurut dia, keluarga dapat menyusun pola makan lengkap dan beragam dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan yang tersedia di sekitar.
“Definisi sehat adalah kita harus menerapkan gizi seimbang, lengkap, dan juga bervariasi. Itu yang paling penting,” kata Tara Mutiara dalam media forum bertema “Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal” di Jakarta, pada Rabu (26/8).
Ia mengatakan keluarga tidak perlu bergantung pada sumber protein tertentu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Beragam bahan pangan lokal dapat menjadi pilihan, sehingga pemenuhan nutrisi tetap dapat disesuaikan dengan anggaran belanja.
Menurut Tara, pemahaman mengenai nutrisi menjadi penting agar orang tua mampu menentukan pilihan makanan sesuai kebutuhan anak sekaligus menjaga keberagaman dan keseimbangan pola makan.
“Perlu lebih mindful, perlu lebih mengerti, dan punya literasi gizi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) I Dewa Gede Karma Wisana mengatakan pilihan makanan dalam rumah tangga turut memengaruhi kualitas konsumsi pangan keluarga.
Menurut dia, perhatian terhadap kualitas makanan perlu dilakukan agar kebutuhan nutrisi seluruh anggota keluarga, termasuk anak, tetap terpenuhi.
Kemudian Tara menekankan bahwa edukasi nutrisi diperlukan agar orang tua memahami kebutuhan protein dan zat gizi lainnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan mengenali beragam sumber pangan dan menyusun menu secara seimbang, keluarga dapat memenuhi kebutuhan protein anak tanpa harus bergantung pada bahan pangan yang mahal.
Pewarta : Ida Nurcahyani/Vina Ashari
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026