Apkasi siapkan rantai pasok biomassa libatkan ekonomi lokal
Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyiapkan pemetaan sumber biomassa di 416 kabupaten untuk membangun rantai pasok bioenergi yang melibatkan petani, koperasi, tenaga kerja, dan pelaku usaha lokal sehingga dapat memperluas kegiatan ekonomi di daerah.
Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan, sumber bahan baku bioenergi yang tersebar di daerah, mulai dari perkebunan sawit, pertanian, kayu, peternakan hingga pengelolaan sampah dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi bernilai tambah apabila terhubung dengan industri pengolahan dan investasi.
"Pengembangan sektor bioenergi kini menjadi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan pada BBM impor, menciptakan lapangan kerja lokal, dan mendorong hilirisasi berbasis sumber daya alam domestik," kata Bursah dalam acara Aspebindo Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, Apkasi akan memfasilitasi pemetaan potensi biomassa, koordinasi dengan pemerintah kabupaten, survei lapangan hingga akses bagi investasi bioenergi di daerah.
Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui ketersediaan dan kesinambungan bahan baku yang dapat dikembangkan secara ekonomis sekaligus menghubungkan daerah penghasil biomassa dengan pelaku industri.
Bursah mengatakan pengembangan bioenergi perlu dirancang agar daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah. Pengolahan sumber daya di wilayah produksi diperlukan agar sebagian nilai tambah dari industri tersebut tetap berada di daerah.
Oleh karena itu, petani, koperasi dan pelaku usaha lokal perlu masuk ke dalam rantai pasok, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku hingga kegiatan pengolahan dan distribusi.
"Nilai tambah dari pengembangan bioenergi harus dapat dinikmati daerah penghasil, termasuk masyarakat dan pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok," ujarnya.
Menurut Bursah, pola tersebut dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat sekaligus menciptakan kegiatan usaha baru di wilayah penghasil biomassa.
Pengembangan industri juga berpotensi membuka kebutuhan tenaga kerja pada berbagai mata rantai usaha, seperti pengumpulan bahan baku, pengolahan, pengangkutan dan kegiatan pendukung industri bioenergi.
Ia menilai, keterlibatan ekonomi lokal semakin penting seiring pengembangan kebijakan biodiesel nasional dari B30 dan B40 menuju B50 yang membutuhkan dukungan bahan baku serta rantai pasok.
Dalam ekosistem tersebut, pemerintah kabupaten dapat berperan menyiapkan pemetaan sumber bahan baku, tenaga kerja, infrastruktur pendukung serta menghubungkan masyarakat dan pelaku usaha dengan investor.
Baca juga: PLN EPI percepat ekosistem biohidrogen untuk dukung transisi energi
Baca juga: PLN IP produksi energi bersih biomassa 1.101,59 GWh pada 2025
Apkasi juga menilai kesinambungan pasokan dan biaya logistik menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan ekonomi industri biomassa. Oleh sebab itu, pengembangan bioenergi membutuhkan peta jalan logistik dan infrastruktur pendukung yang terhubung dengan sentra bahan baku.
Selain investasi industri, Bursah mengatakan program tanggung jawab sosial perusahaan dapat diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan koperasi agar mampu mengambil bagian dalam rantai pasok bioenergi.
Potensi ekonomi karbon juga dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari model ekonomi bioenergi sehingga kegiatan ekonomi yang terbentuk tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
"Sumber biomassa mayoritas berada di daerah, dan Apkasi siap memfasilitasi koordinasi, survei lapangan, hingga masuknya investasi jika Aspebindo dan para pelaku usaha turun langsung menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah," katanya.
Menurut dia, pengembangan rantai pasok tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi sumber daya domestik karena biomassa yang tersedia di daerah diarahkan tidak berhenti sebagai bahan baku, tetapi diolah menjadi produk energi bernilai tambah.
Dengan keterlibatan petani, koperasi dan pelaku usaha lokal, pengembangan bioenergi diharapkan tidak hanya menambah pasokan energi nasional, tetapi juga memperluas kegiatan produksi, kesempatan kerja dan sumber pendapatan masyarakat di kabupaten penghasil biomassa.
Baca juga: Anggota DPR dorong biomassa jadi pilar ketahanan energi nasional
Baca juga: Mewujudkan swasembada energi dari limbah kayu
Baca juga: PLN Indonesia Power Perkuat Transisi Energi Lewat Digitalisasi Biomassa: Marketplace Dorong Ekonomi Lokal dan Keandalan Listrik
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.