Surplus Dagang RI ke China Melesat, Transaksi Rupiah-Yuan Naik 300 Persen

Surplus Dagang RI ke China Melesat, Transaksi Rupiah-Yuan Naik 300 Persen

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 23 Juli 2026, 17:17 WIBKetua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indo...

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 23 Juli 2026, 17:17 WIB

Surplus Dagang RI ke China Melesat, Transaksi Rupiah-Yuan Naik 300 Persen

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie (AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim)

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menyebut Indonesia berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar USD5,8 miliar dengan China pada semester I-2026.

Anindya mengatakan, nilai perdagangan Indonesia dan China terus menunjukkan tren positif. Setelah mencapai sekitar USD168 miliar sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara telah menembus USD101 miliar hanya dalam enam bulan pertama 2026.

Menurutnya, peningkatan kualitas ekspor Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong surplus perdagangan tersebut.

Baca Juga: KADIN Indonesia: Piala Dunia FIFA 2026 Genjot Perputaran Ekonomi RI Lebih dari Rp5 Triliun

β€œKali ini kita berhasil mengekspor barang-barang yang mempunyai nilai tambah sehingga surplusnya menjadi USD5,8 miliar dalam enam bulan terakhir ini,” kata Anindya dalam agenda Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Selain perdagangan, Anindya menilai hubungan ekonomi kedua negara juga semakin kuat melalui kerja sama di sektor keuangan. Ia menyoroti implementasi Local Currency Transaction (LCT) antara Bank Indonesia dan otoritas moneter China yang dinilai berjalan positif.

Anindya mengungkapkan, nilai transaksi dalam skema penggunaan mata uang lokal tersebut ditargetkan meningkat dari sekitar USD30 miliar menjadi USD60 miliar.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh Kadin dari Bank Indonesia sekitar satu bulan lalu, transaksi langsung menggunakan rupiah dan yuan telah melonjak hingga 300%.

"Dan kira-kira sebulan yang lalu juga kami ke Bank Indonesia mengatakan bahwa langsung antara Rupiah dan Yuan transaksinya sudah naik 300%. Jadi artinya ini luar biasa," ujarnya.

Lebih lanjut , Anindya juga menyoroti semakin eratnya integrasi sistem pembayaran digital antara Indonesia dan China.

Baca Juga: Lirik Sakedung Kading yang Viral di TikTok, Lengkap dengan Makna Lagunya

Menurutnya, masyarakat Indonesia kini bisa menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk bertransaksi di China, sehingga memudahkan aktivitas pelaku usaha maupun wisatawan.

"Jadi kita mesti punya WeChat atau AliPay, tapi sekarang kita punya QRIS,” tutur Anindya.