Siap melenggang ke Oscar, Arya Saloka berencana kenakan batik

Siap melenggang ke Oscar, Arya Saloka berencana kenakan batik

Jakarta (ANTARA) - Film "Empat Musim Pertiwi" telah dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia (IOSC) sebagai perwakilan resmi negara untuk diajukan ke "Best International Feature Film" di ajang Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.

Menjelang keberangkatan untuk masa promosi di Amerika Serikat, dua pemeran utama film ini, Arya Saloka dan Putri Marino, berencana untuk mengenakan batik dan memperkenalkan budaya Indonesia di panggung dunia.

"Usul pertama kali sih pakai batik, yang kedua tetap pakai batik. Jadi memang biar Indonesianya melekat," ujar Arya Saloka saat ditemui pada acara gala perdana "Empat Musim Pertiwi" di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat.

Baca juga: Produser pastikan strategi "Empat Musim Pertiwi" bidik Oscar

Baca juga: Media AS sertakan Empat Musim Pertiwi dalam 20 judul pilihan TIFF 2026

Arya menambahkan bahwa selain lewat penampilan fisik, esensi dari film "Empat Musim Pertiwi" itu sendiri sebenarnya sudah menjadi alat promosi kebudayaan yang kuat. Ia berharap penayangan film tersebut di luar negeri dapat memberikan gambaran yang kaya mengenai Indonesia kepada penonton global.

"Sebenarnya dengan 'Empat Musim Pertiwi', Insyaallah mudah-mudahan diputar di sana pun itu sudah salah satu cara mempromosikan Indonesia," lanjutnya.

Mengenai detail konsep pakaian atau jenis wastra nusantara lain yang akan dibawa, para pemain mengaku masih dalam tahap diskusi lebih lanjut agar representasi budaya Indonesia bisa tampil maksimal dan memukau di ajang penghargaan film paling bergengsi tersebut.

Semangat mempromosikan wastra Indonesia ini juga diamini oleh aktor muda Nagara Kautsar Pakusadewo yang turut membintangi film tersebut. Bertepatan dengan pekan Hari Batik Nasional, Nagara mengungkapkan bahwa dirinya merupakan penikmat setia pakaian batik dalam kesehariannya.

Berbeda dengan sebagian orang yang kerap berburu batik berdasarkan daerah spesifik, putra dari aktor senior Tio Pakusadewo itu mengaku lebih mengedepankan ikatan emosional dan visual saat memilih koleksi kainnya.

"Aku batik emang senang, tapi tanpa melihat asalnya dari mana. Jadi kadang kayak suka motifnya, oh ternyata ini dari Solo. Suka motifnya, oh ternyata ini batik Jogja. Cuma emang suka dengan motifnya, enggak bisa dijelaskan kenapa sukanya. Hanya sebatas melihat dan jatuh cinta begitu saja," ungkap Nagara.

Baca juga: Arya Saloka habiskan 2 bulan belajar bela diri demi adegan berkelahi

Baca juga: ​Eka Piranha jadi pengarah laga dalam serial Algojo

Baca juga: Aktor Arya Saloka lakukan debut genre aksi dalam serial Algojo

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.