Sering Scrolling HP Sebelum Tidur, Ternyata Ini yang Terjadi pada Otak

Sering Scrolling HP Sebelum Tidur, Ternyata Ini yang Terjadi pada Otak

CNN Indonesia

Jumat, 28 Agu 2026 09:45 WIB

Scrolling atau menggulir ponsel sebelum tidur jadi kebiasaan banyak orang saat ini. Tapi tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memengaruhi otak.
Ilustrasi. Scrolling atau menggulir ponsel sebelum tidur jadi kebiasaan banyak orang saat ini. Tapi tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memengaruhi otak. (iStockphoto/Jub Job)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Scrolling atau menggulir ponsel sebelum tidur jadi kebiasaan banyak orang saat ini. Tapi tanpa disadari, kebiasaan ini bisa memengaruhi otak.

Pertanyaannya, apa sebenarnya yang terjadi pada otak saat kita sibuk menggulir ponsel sebelum tidur? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidur sendiri menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan. Tidur menjadi kesempatan bagi sel-sel tubuh untuk melakukan regenerasi.

Artinya, setiap individu dianjurkan untuk mendapatkan waktu tidur yang berkualitas demi mendapatkan semua manfaat. Sayang, aktivitas menggulir HP sering kali mengganggu proses tidur. Anggapan ini bukan tuduhan semata, sejumlah penelitian telah menemukan efek menggulir HP sebelum tidur pada otak. Apa saja?

1. Otak menerima sinyal seolah-olah hari belum berakhir

Cahaya dari layar, terutama komponen cahaya gelombang pendek, dapat memengaruhi sistem sirkadian. Mata memiliki sel peka cahaya yang mengirimkan informasi tentang terang-gelap ke sistem pengatur jam biologis di otak.

Akibatnya, paparan cahaya pada malam hari dapat menunda fase jam biologis dan membuat tubuh belum siap tidur pada waktu yang seharusnya.

Pilihan Redaksi

  • Berdiri dengan Posisi Ini Selama 10 Detik Jadi Pertanda Umur Panjang
  • Waspadai 10 Penyebab Kaki Dingin Ini, Terutama Kafein
  • Studi Ungkap Otak Bisa Makin Sehat Meskipun Sudah Lansia

Salah satu buktinya ditemukan dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS).

Studi membandingkan membaca e-book bercahaya dengan buku cetak. Hasilnya, kelompok yang membaca e-book lebih lama mengantuk dan menggeser waktu sirkadian.

Melatonin merupakan hormon yang memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya tidur. Paparan cahaya pada malam hari dapat menekan pelepasannya.

Masih dalam studi yang sama, penggunaan gawai sebelum tidur menyebabkan penurunan sekresi melatonin dibandingkan membaca buku cetak.

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Brain Communications menemukan hal hampir serupa. Studi pada kelompok remaja dan dewasa menemukan, membaca melalui ponsel pintar tanpa filter cahaya biru memicu penurunan melatonin yang signifikan. Pada kelompok dewasa muda, kadar melatonin masih lebih rendah saat waktu tidur tiba.

3. Otak tetap berada dalam kondisi 'terjaga'

[Gambas:Video CNN]

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Adolescence meneliti penggunaan media sosial malam hari. Studi menemukan, kebiasaan itu berkaitan dengan cognitive arousal atau peningkatan keterjagaan mental sebelum tidur.

Kondisi di atas akan berujung pada waktu tidur yang lebih larut dan waktu yang lebih panjang untuk tertidur lelap.

4. Otak kehilangan waktu untuk beregenerasi

Salah satu masalah utama dari kebiasaan scrolling HP sebelum tidur adalah semakin berkurangnya durasi tidur.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, tidur menjadi kesempatan bagi sel-sel tubuh untuk melakukan regenerasi. Berkurangnya durasi tidur membuat waktu untuk sel-sel di otak beregenerasi semakin berkurang.

Scrolling HP sebelum tidur tak secara langsung merusak otak. Tapi, kebiasaan scrolling membuat waktu tidur jadi berkurang hingga berpengaruh terhadap banyak hal.

(asr)