Sebut Peluang Damai dengan AS 10 Persen, Iran Pastikan Ini

Sebut Peluang Damai dengan AS 10 Persen, Iran Pastikan Ini

 Berita International Senin, 20 Juli 2026 - 09:38...

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi memproyeksikan bahwa peluang damai dengan Amerika Serikat hanya mencapai sekitar 10 persen. Namun pihaknya tetap berupaya menempuh jalur perundingan.

Baca Juga

Menurut Araghchi, negosiasi tetap dilakukan untuk mencari jalan guna memenuhi tuntutan Iran sekaligus menghindari konflik bersenjata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perundingan memiliki beberapa tujuan. Salah satunya adalah kemungkinan menemukan cara melalui negosiasi untuk mencapai tuntutan kami dan kami tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu," kata Araghchi dalam wawancara yang dipublikasikan, dikutip dari Anadolu, Senin, 20 Juli 2026.

Baca Juga

Dia mengatakan, Iran tetap menilai negosiasi merupakan upaya yang layak untuk ditempuh walaupun peluang keberhasilannya sangat kecil. "Kami mengatakan bahwa meskipun hanya ada peluang 10 persen untuk mencapai hasil selain perang melalui negosiasi, kami harus memanfaatkan kesempatan itu," kata Araghchi.

Jika upaya itu tidak berhasil, lanjutnya, maka setidaknya Iran telah menunjukkan kepada musuh, masyarakat internasional, serta rakyatnya bahwa mereka telah menempuh setiap jalan yang memungkinkan.

Baca Juga

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu. Iran lalu membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak dengan menyasar sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer AS.

AS dan Iran sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan merintis perjanjian damai. Namun, ketegangan kembali meningkat akibat sengketa di Selat Hormuz hingga memicu aksi saling serang antara kedua negara. (Ant)

Ilustrasi minyak mentah.

Iran Diduga Jual Minyak hingga Rp 107 Triliun Selama Satu Bulan Gencatan Senjata dengan AS

Iran kemungkinan telah menjual sekitar 70 juta barel minyak senilai lima hingga enam miliar dolar AS (sekitar Rp89,7-107,7 triliun) selama masa gencatan senjata.

VIVA.co.id

19 Juli 2026