BKD NTB memastikan pengisian jabatan sebelum Oktober tuntas
Mataram (ANTARA) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan proses pengisian sejumlah jabatan kosong akan berjalan cepat sebelum Oktober tuntas dengan mengacu pada data sistem manajemen talenta digital.
Kepala BKD NTB Tri Budi Prayitno di Mataram, Kamis, mengatakan bahwa Pemprov NTB tidak lagi memerlukan mekanisme seleksi terbuka (open bidding) atau panitia seleksi yang memakan waktu lama, melainkan langsung menggunakan data pemetaan 9-box matrix pada aplikasi MyASN.
"Kami menyikapi masukan dan desakan dari rekan-rekan di DPRD. Untuk pengisian jabatan kosong ini, prosesnya sudah tersistem. Kita tinggal mengunduh daftar calon suksesor yang berada di kotak talenta 7, 8, dan 9 untuk diajukan kepada pimpinan," katanya.
Menurut dia penempatan ASN ke dalam sembilan kotak talenta tersebut didasarkan pada berbagai indikator terukur, mulai dari kualifikasi pendidikan, penilaian kinerja, kompetensi, hingga rekam jejak.
Baca juga: Pajak hotel Mataram berpotensi naik dampak Porprov NTB
"Seluruh data tersebut bersumber dari aplikasi MyASN yang terhubung langsung ke dalam sistem manajemen talenta," katanya.
Ia mengatakan melalui mekanisme ini, tim BKD tinggal mengunduh atau menarik daftar nama calon pejabat yang direkomendasikan oleh sistem untuk posisi yang kosong, seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) maupun posisi eselon lainnya.
"Setiap kali posisi kosong diakses di sistem, nama-nama kandidat yang memenuhi kualifikasi otomatis muncul. Daftar suksesor dari kotak 7, 8, dan 9 ini yang kemudian kita serahkan kepada pimpinan untuk pendalaman lebih lanjut," terang Tri Budi.
Baca juga: Pemprov NTB bentuk dua pansel untuk lelang 13 jabatan eselon II
Sebelumnya, DPRD NTB memberikan sorotan tajam atas kekosongan puluhan posisi pejabat eselon II, III, hingga IV. Dewan menilai status Pelaksana Tugas (Plt) membatasi pengambilan keputusan strategis dan berpotensi menghambat penyerapan anggaran serta kinerja OPD.
Menanggapi hal tersebut, Tri Budi menegaskan bahwa sistem manajemen talenta menjamin prinsip meritokrasi, kualifikasi, kompetensi, dan rekam jejak ASN secara transparan. Ketika posisi jabatan kosong dibuka di dalam aplikasi, sistem secara otomatis akan menampilkan daftar nama pejabat yang memenuhi kriteria formal.
"Prosesnya berbasis data objektif sehingga meminimalisasi subjektivitas. Daftar nama kandidat potensial dari sistem ini yang sedang disiapkan untuk disampaikan kepada pimpinan guna pendalaman lebih lanjut," katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan dengan berjalan-nya skema manajemen talenta ini, BKD NTB optimistis penunjukan pejabat definitif dapat segera terealisasi guna menjawab keraguan DPRD serta memastikan roda pelayanan publik di NTB kembali berjalan optimal.
Oleh karena itu, ia optimis bahwa proses pengisian jabatan pejabat kosong ini tidak akan memakan waktu lama. Dia pun menargetkan sebelum bulan Oktober seluruh jabatan baik eselon II, III, dan IV yang masih kosong sudah terisi sepenuhnya.
"Insya Allah akhir September atau sebelum Oktober semua sudah tuntas," katanya.