FAM Pilih Presiden Baru 17 September Pasca Kasus Pemalsuan Dokumen, Ini Kandidatnya

FAM Pilih Presiden Baru 17 September Pasca Kasus Pemalsuan Dokumen, Ini Kandidatnya

Hervin Saputra

| 3 September 2026, 20:30 WIB

FAM Pilih Presiden Baru 17 September Pasca Kasus Pemalsuan Dokumen, Ini Kandidatnya

Kantor Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) di Kelana Jaya, Selangor, Malaysia.

AKURAT.CO, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) bakal menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih presiden baru pada 17 September mendatang. Helat ini diharapkan bisa menyelesaikan krisis di tubuh federasi sepakbola Negeri Jiran itu.

Pemilihan Presiden FAM kali ini digelar setahun setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada organisasi tersebut berkenaan skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Tim Nasional Malaysia.

Skandal tersebut berdampak pada denda sebesar 350 ribu Franc Swiss kepada FAM, 2.000 Franc Swiss kepada tujuh pemain bersangkutan, dan pembatalan kemenangan Timnas Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Sejauh ini ada dua kandidat yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden FAM untuk periode mendatang. Yakni Ab Ghani Hassan yang saat ini menjabat sebagai Presiden Liga Sepakbola Malaysia (MFL) dan Shahril Mokhtar yang saat ini adalah Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Selangor.

Suksesi tahun ini juga ditandai dengan keputusan eks Presiden FAM, Tan Sri Hamidin Amin, yang tak hendak ikut dalam pemilihan. Hamidin adalah Presiden FAM pada periode 2018-2025.

https://akurat.co/bola/838459/cas-tolak-banding-fam-kasus-naturalisasi-pemain-timnas-malaysia

Ia dianggap sosok yang punya pengaruh kuat di FAM namun mundur pada akhir 2024 sejalan dengan beberapa insiden serangan terhadap sejumlah pemain Timnas Malaysia di tahun yang sama.

FAM kekosongan posisi presiden pasca pengganti Hamidin, Datuk Mohd Joehari Bin Mohd Ayub, mundur pada Agustus 2025 menyusul isu pemalsuan dokumen naturalisasi pemain Timnas Malaysia.

Setelah itu FAM dipimpin oleh Pelaksana Tugas Presiden yang dipegang oleh Datuk Mohd Yusoff Mahadi. Yusoff Mahadi pun mundur sekalian anggota komite eksekutifnya pada Februari tahun ini.

Pemilihan 17 September mendatang merupakan momen krusial bagi Malaysia untuk keluar dari krisis pasca skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi. Para pemilik suara diharapkan benar-benar bertanggungjawab dengan pilihannya.

“Semua orang bertanggungjawab sekarang. Jika delegasi (pemilih hak suara) hanya pemberi stempel untuk struktur kekuasaan lama yang sama, mereka tidak bisa berbalik banda dan menunjuk jari pada kepemimpinan setelahnya,” kata eks pemain Timnas Malaysia, Datuk Jamal Nasir sebagaimana dipetik dari New Strait Times.

“Seluruh tanggung jawab ada pada mereka.”